Advertisement
Alumnus SMA Negeri 2 Wonosari Salurkan Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan alumnus Kelas Sosial 2 SMA Negeri 2 Wonosari angkatan 1992 atau Zollo Smada 92, belum lama ini. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah di Gunungkidul, warga berdampak bencana kekeringan masih membutuhkan bantuan air besih. Untuk membantu meringankan beban warga yang kekurangan air bersih, alumnus Kelas Sosial 2 SMA Negeri 2 Wonosari angkatan 1992 atau Zollo Smada 92 menggelar bakti sosial penyaluran air bersih di beberapa dusun di Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, belum lama ini.
Koordinator bakti sosial, Sukija, menyatakan bantuan air bersih yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian alumnus Zollo Smada 1992 kepada warga di Gunungkidul yang saat ini dilanda bencana kekeringan dan kekurangan air bersih. Dalam, bakti sosial yang digelar, pihaknya menyalurkan sebanyak 32 tangki di sejumlah dusun di Desa Bohol, seperti Dusun Bohol, Bamban, Songgoringgi, Wuru dan beberapa dusun lainnya. Selain untuk perorangan, bantuan juga kami salurkan untuk masjid dan bak penampungan umum,” kata Sukijo saat ditemui Harian Jogja, Kamis (14/11/2019).
Advertisement
Salah seorang warga Desa Bohol, Pujianto, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dan partisipasi Zollo Smada 1992 yang telah membantu memberikan air bersih untuk warga Desa Bohol.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul nungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang masih dilanda kekeringan. Edy menuturkan saat ini sejumlah wilayah di Gunungkidul sudah mulai turun hujan. Meski demikian, curah hujan yang turun belum merata sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih. Hal ini terlihat dari banyaknya bak penampungan air hujan atau sumur warga yang masih kosong. Untuk itu, BPBD terus menyalurkan bantuan hingga pertengahan November mendatang. “Stok bantuan masih ada dan terus kami distribusikan,” tuturnya, belum lama ini.
Edy menambahkan selama proses pengiriman bantuan, awak armada pengangkut juga melihat kondisi di lapangan terkait dengan kebutuhan air di masyarakat. “Sopir kami minta mengecek, kalau sudah mencukupi maka bantuan dihentikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
Advertisement
Advertisement









