Cuaca Terlalu Terik, Petani Melon di Patuk Gagal Panen

Seorang petani memunguti buah melon di salah satu lahan yang berlokasi di Dusun Putat 1, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Rabu (13/11/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
13 November 2019 22:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca terik yang terjadi selama beberapa bulan terakhir berdampak pada hasil produksi pertanian. Di Kecamatan Patuk, sejumlah petani mengalami gagal panen buah melon.

Agus Rianto, petani melon di Dusun Putat 1, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, mengaku para petani melakukan berbagai upaya agar melon yang ditanam bisa panen secara maksimal. Namun nyatanya, hasil panen tak seperti yang diharapkan.

“Tanaman melon kami rawat sesuai petunjuk dari petugas, sayangnya tetap gagal. "Sepertinya cuaca panas yang terlalu terik sangat berpengaruh, terlebih beberapa waktu terakhir suhu panas mencapai 37 derajat Celsius," kata Agus saat ditemui Harian Jogja di lahan miliknya, Rabu (13/11/2019).

Agus menjelaskan penanaman yang dilakukan sudah sesuai petunjuk pelaksanaan penanaman buah melon. Untuk air irigasi, Agus mengaku, tanaman tak kekurangan air. "Di Putat air untuk irigasi pertanian masih mencukupi meski saat ini musim kemarau," ujarnya.

Agus menjelaskan masa tanam buah melon sekitar 75 hari, tetapi sebelum masa panen, melon sudah tak bisa berkembang maksimal. Daripada terus merugi, petani membiarkan tanamannya. "Buah melon mengalami luka pada kulit, jumlah berat pun menyusut dari berat rata-rata dua kilogram menyusut hingga satu kilogram," ujarnya. Menurutnya, akibat gagal panen, dia merugi sekitar Rp15 juta.