Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Pekerjs menunjukkan batu material dalam progam Padat Karya berkualitas buruk di Dusun Jomblang, Palbapang, Bantul, Kamis (14/11/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Kualitas hasil pengerasan jalan program Padat Karya jauh dari harapan. Hal itu lantaran kelompok masyarakat (pokmas) penerima bantuan terpaksa melanjutkan proyek dengan kualitas material tidak sesuai spesifikasi standar.
Kepala Dusun Bongsren Yulihandi menambahkan buruknya kualitas material membuatnya tak berani menjamin hasil pengerjaan proyek Padat Karya kali ini nantinya akan bertahan lama. Pasalnya hasil pengerasan jalan atau cor blok yang sudah mengering, hingga kini sudah mulai terlihat pecah-pecah. "Silakan lihat sendiri hasil pengerasan jalan yang sudah kering, terlihat pecah-pecah. Sebenarnya warga kecewa namun bagaimana lagi karena kualitas materialnya memang buruk," kata dia, Rabu (20/11).
Ketua Pokmas Dusun Bongsren, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Mediono mengatakan terpaksa mengerjakan proyek Padat Karya berupa pengerasan jalan atau cor blok sepanjang 212,9 meter dengan lebar 3 meter dengan material pasir yang kualitasnya sangat buruk dan layak tak dipakai.
"Kami menerima lima rit pasir, namun pasir yang dikirim oleh rekanan pemenang tender kualitasnya buruk sekali. Karena pada 15 November 2019 proyek harus jalan maka warga terpaksa membeli secara swadaya satu rit pasir untuk campuran pasir yang kualitasnya buruk," katanya.
Pihak rekanan, kata dia, sudah berjanji akan menambah dua rit pasir dengan kualitas baik namun tambahan pasir yang dijanjikan baru datang pada Sabtu (16/11/2019) malam sebanyak satu rit sedangkan sisanya hingga kini belum juga dikirim.
Kepala Disnakertrans Sulistiyanta mengaku telah menyidak sejumlah titik program Padat Karya. "Kemarin [Rabu] kami sidak lagi, hasilnya semua material yang kualitasnya buruk sudah di ganti dan mereka juga mulai pengerjaan, jadi saya yakin pada 7 Desember nanti semuanya sudah selesai," ujarnya ketika ditemui di ruangannya, Kamis (21/11/2019).
Dia juga mengakui material baik batu maupun pasir yang dipakai untuk pengerjaan proyek Padat Karya kali ini memang sempat tidak memenuhi spesifikasi. Untuk itu dinasnya tetap memberikan catatan khusus terkait dengan kelalaian rekanan yang sempat menimbulkan banyak keluhan dari pokmas tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M
Survei Coursera 2026 menunjukkan 97 persen perusahaan di Indonesia kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding ijazah dalam merekrut karyawan entry level.
Nissan Leaf Nismo resmi meluncur di Jepang dengan fokus pada handling dan desain sporty, bukan peningkatan tenaga. Cek spesifikasi lengkapnya!
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Maroko menamai jalan raya sepanjang 1.055 kilometer dengan nama Donald Trump. Langkah ini dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik AS dan Maroko terkait