Sensus Ekonomi 2026, Petugas Gencar Mendata Warga hingga Batas Akhir
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Droping air bersih kerja sama ACT dan UII Jogja/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dampak dari kemarau panjang masih dirasakan di beberapa wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul, meskipun sudah beberapa kali turun hujan, ketersediaan air bersih masih cukup sulit didapat.
Mengawali langkah kepedulian untuk saling membantu sesama, Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) rutin melakukan droping air bersih di Gunungkidul, Selasa (26/11/2019).
Jika di total sejak Agustus lalu UII bersama ACT sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 120 tangki. UII sendiri menganggap kegiatan droping air bersih ini merupakan wujud kepedulian UII sebagai kampus yang aktif terlibat dalam menanggapi permasalahan sosial kemanusiaan tak terkecuali adalah bencana kekeringan.
Fathul Wahid, rektor UII, mengungkapkan bahwa amanah yang disampaikan merupakan jawaban dari panggilan sesama yang membutuhkan bantuan. “Kami terus berupaya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk masyarakat di Gunungkidul yang sedang terlanda kekeringan,” jelas Fathul Wahid.
Fathul Wahid berharap semoga dengan bantuan air bersih tersebut dapat membantu mengatasi krisis air bersih di Gunungkidul, “kalau semakin banyak yang tergerak kan Insyaallah masyarakat juga semakin bahagia dan permasalahannya cepat terselesaikan,” tambahnya.
Distribusi air bersih yang terakhir di lakukan di Kecamatan Nglipar dan Pathuk Gunungkidul pada Selasa (26/11/2019). Sebanyak 44.000 liter air bersih disalurkan ke warga dengan total penerima bantuan sebanyak 763 jiwa.
Saat dimintai keterangan, Kamto warga Desa Srumbung mengungkapkan, selama ini Desa Srumbung hanya mengandalkan air dari Penampungan Air Hujan (PAH) untuk keperluan air sehari-hari. Walaupun bulan ini sudah turun hujan tiga kali akan tetapi masih air hujan masih belum layak untuk di konsumsi, serta sumber air tanah juga masih sulit untuk didapat.
Hadirnya Water Tank Desa Srumbung langsung disambut antusias oleh warga terlihat ember dan bak-bak ditaruh berjajar untuk mendapat bagian air bersih. “Insyaallah ikhtiar untuk membantu warga berupa program droping air bersih akan terus dilakukan sampai musim kemarau berakhir, selain itu untuk menjamin ketersediaan air bersih kita terus berupaya untuk membangun sumur wakaf di wilayah-wilayah rawan kekeringan seperti di Gunungkidul,” ujar Kharis Pradana, koordinator program droping air bersih ACT DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Fabio Quartararo tak mau lagi membantu Yamaha mengembangkan motor MotoGP 2027 setelah kecewa dilarang menguji ban Pirelli di Austria.
Ramalan 12 zodiak Selasa 1 September 2026, Virgo paling menonjol, Taurus dan Libra mendapat energi positif awal bulan.
Prakiraan cuaca DIY Selasa (1/9) cerah berawan dengan suhu 33°C. Waspada perubahan angin di pesisir Bantul dan Kulonprogo. Cek info BMKG selengkapnya.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.