Kebakaran Gunung Lawu Merembet ke Hutan Lindung Ngawi, 13 Hektare Terbakar
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Kepala Seksi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul berkomitmen menjadikan Pasar Piyungan sebagai pasar yang bersih dan juga sehat untuk para pembeli dan juga konsumennya.
Kepala Seksi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati, mengatakan pengertian pasar sehat adalah kondisi pasar yang bersih dan nyaman bagi penjual dan juga pembeli. "Pengertian pasar sehat itu sebenarnya untuk para penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman serta bersih tentunya ketika berada di lingkungan pasar. Produk yang dijual pun juga harus aman dan bergizi bagi masyarakat," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (26/11/2019).
Menurutnya tujuan dari pasar sehat itu adalah tersedianya pasar dengan infrastruktur yang memenuhi kesehatan lalu agar pengelola pasar memenuhi syarat kesehatan serta kesinambungan.
Dengan terwujudnya pasar sehat nanti ada beberapa pihak yang akan diuntungkan, di antaranya ialah produsen primer, pedagang, pemerintah daerah, manajer pasar, masyarakat sekitar pasar, konsumen dan juga para penjual.
"Langkah-langkah yang kami lakukan untuk mewujudkan itu semua adalah kita memerlukan kesepakatam dan dukungan dari para stakeholder terkait di dalamnya untuk memberikan sosialisasi tentang pasar sehat, sejauh ini kami masih terus melakukan sosialiasai," jelasnya.
Sementara itu Lurah Pasar Piyungan Suhadi mengatakan pihaknya sangat mendukung wacana disdag Bantul tersebut, menurutnya dengan adanta wacana tersebut pihaknya juga akan ikut berperan dalam mensosialisasikan pasar sehat kepada warga pasar.
"Kami memang sudah mendengan wacana itu tapi kan kita masih dan terus mensosialisasikan hal tersebut kepada warga pasar agar nanti setelah jadi pasar sehat mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak pasar sehat tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Menpar Widiyanti kenalkan potensi wisata yacht Indonesia kepada investor asing, dari Raja Ampat hingga pasar yacht yang ditargetkan tumbuh.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan