Pengasuh Ponpes di Wonogiri Dilaporkan Terkait Kasus Asusila
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Kepala Seksi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul berkomitmen menjadikan Pasar Piyungan sebagai pasar yang bersih dan juga sehat untuk para pembeli dan juga konsumennya.
Kepala Seksi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati, mengatakan pengertian pasar sehat adalah kondisi pasar yang bersih dan nyaman bagi penjual dan juga pembeli. "Pengertian pasar sehat itu sebenarnya untuk para penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman serta bersih tentunya ketika berada di lingkungan pasar. Produk yang dijual pun juga harus aman dan bergizi bagi masyarakat," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (26/11/2019).
Menurutnya tujuan dari pasar sehat itu adalah tersedianya pasar dengan infrastruktur yang memenuhi kesehatan lalu agar pengelola pasar memenuhi syarat kesehatan serta kesinambungan.
Dengan terwujudnya pasar sehat nanti ada beberapa pihak yang akan diuntungkan, di antaranya ialah produsen primer, pedagang, pemerintah daerah, manajer pasar, masyarakat sekitar pasar, konsumen dan juga para penjual.
"Langkah-langkah yang kami lakukan untuk mewujudkan itu semua adalah kita memerlukan kesepakatam dan dukungan dari para stakeholder terkait di dalamnya untuk memberikan sosialisasi tentang pasar sehat, sejauh ini kami masih terus melakukan sosialiasai," jelasnya.
Sementara itu Lurah Pasar Piyungan Suhadi mengatakan pihaknya sangat mendukung wacana disdag Bantul tersebut, menurutnya dengan adanta wacana tersebut pihaknya juga akan ikut berperan dalam mensosialisasikan pasar sehat kepada warga pasar.
"Kami memang sudah mendengan wacana itu tapi kan kita masih dan terus mensosialisasikan hal tersebut kepada warga pasar agar nanti setelah jadi pasar sehat mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak pasar sehat tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menyelidiki dugaan kekerasan seksual berbasis gender online yang melibatkan pengasuh ponpes berinisial E.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.