Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Para pengurus lima DPC Peradi RBA se-DIY berfoto bersama seusai pelantikan./Istimewa-Peradi RBA DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Rumah Bersama Advokat (RBA) DIY resmi melantik pengurus dan anggota lima dewan pimpinan cabang (DPC) Peradi RBA se-DIY, Jumat (29/11/2019). Pelantikan yang digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta tersebut dihadiri pula oleh Bupati Bantul, Kajari Kulonprogo, serta sejumlah perwakilan Polda DIY, Pemkab Sleman, Pemkab Kulonprogo, Pemkot Jogja, Kejaksaan Tinggi DIY, dan organisasi Advokat se-DIY.
Sebelum pelantikan pengurus dan anggota kelima DPC Peradi RBA se-DIY, panitia menggelar diskusi publik bertemakan Quo Vadis RUU KUHP #Contempt of Court vs Contempt of Power# untuk Kehormatan Peradilan dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi RBA Luhut MP Pangaribuan.
Dalam pidatonya, Luhut mengatakan dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.35/PUU-XVI/2018, organisasi advokat di Indonesia bukan wadah tunggal (single bar), namun multibar yang terdiri dari beberapa organisasi Advokat di Indonesia. Setelah pelantikan, dia berharap semua pengurus terpilih dan anggota DPC Peradi RBA se-DIY segera mengibarkan bendera Peradi RBA di seluruh DIY, khususnya yang sudah mempunyai legal standing (dasar hukum) yang kuat.
“Dengan begitu nantinya bisa jadi wadah para advokat yang ingin bergabung bersama dalam membantu masyarakat, berbagi pengalaman dalam penanganan segala permasalahan hukum, serta belajar tentang organisasi,” kata Luhut melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (2/12/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.