Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi Pilkada
Harianjogja.com, SLEMAN- Partai-partai peserta Pilkada Sleman masih menunggu surat rekomendasi dari Pengurus Pusat terkait calon yang akan diusung pada Pilkada September 2020 mendatang. Hingga kini, meskipun sudah diajukan ke pengurus Pusat namun belum satu pun rekomendasi yang turun.
Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sleman Koeswanto mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu surat rekomendasi calon bupati yang akan diusung pada Pilkada 2020 nanti. "Sampai saat (surat rekomendasi) belum turun dari Pusat. Kami berharap Desember ini bisa turun agar segera dideklarasikan," kata Koeswanto, akhir pekan kemarin.
Pihaknya mengaku sudah mengirimkan sejumlah nama baik yang masuk dalam kandidat bupati maupun wakil bupati ke pengurus Pusat. Empat orang Cawabup yang diajukan ke Pusat masing-masing politisi PDIP Supriyanto, Danang Maharsa (PDIP), Riyanto Kuncoro (PDIP) dan Raudi Akmal (PAN, anak Bupati Sleman Sri Purnomo).
Adapun kandidat bupati yang diajukan hanya dua. Masing-masing mantan Sekda DIY Gatot Saptadi dan Kepala BKAD Slemam Hardo Kiswoyo. Saat Mukernas PDIP yang berlangsung di Bali beberapa waktu lalu, Gatot justru mengajukan surat pengunduran diri. "Praktis yang kami ajukan dan menunggu rekomendasi dari Pusat hanya Hardo Kiswoyo," tegasnya.
Meskipun PDIP Sleman mampu mengajukan sendiri calon bupati pada Pilkada nanti, namun kata Koeswanto, pihaknya masih tetap terbuka untuk membangun koalisi dengan partai atau organisasi masyarakat.
Terpisah, Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan mengatakan hingga kini rekomendasi dari pengurus Pusat terkait kandidat Cabup yang akan diusung oleh PAN juga belum turun. Nama anak ketiga Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais santer didaulat untuk menjadi Cabup dari PAN.
Meski begitu, Arif juga membantah jika rekomendasi kepada Mumtaz Rais sebagai Cabup pada Pilkada 2020 mendatang sudah turun. "Setahu saya (rekomendasi) belum turun," kata Arif singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Bareskrim menyebut 72 tersangka karhutla diduga sengaja membakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan sawit.
TNI AU dan BNPB mengevakuasi korban gempa NTT dengan helikopter. TNI AL juga melakukan operasi medis di KRI dr. Soeharso-990.
Malaysia U16 merebut posisi ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania 4-0 di Supersoccer Arena.
Bulog menyiagakan 93.782 ton beras untuk penanganan gempa NTT, termasuk kebutuhan korban, masa tanggap darurat, dan bantuan pangan tiga bulan.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.