Perempuan Pengusaha Ini Bakal Diusung di Pilkada Bantul

Ilustrasi Pilkada
17 November 2019 22:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL– Menjelang Pilkada 2020 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berencana mengusung tokoh perempuan untuk memimpin Bantul. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PPP Bantul Hasyim Turmudzi.

Ia mengatakan pihaknya akan memunculkan calon sendiri pada Maret tahun depan. “Mudah-mudahan maret kami sudah punya calon sendiri untuk memimpin Bantul, yang akan kami ikutkan berpartisipasi dalam Pilkada 2020,” katanya kepada Harianjogja.com, pekan lalu.

PPP berencana mengangkat bendahara DPC PPP Bantul Dyah Henityas Noviani sebagai bakal calon bupati ataupun wakil bupati. Hasyim menyampaikan, dilpilihnya Novi sebagai bakal calon karena jumlah pemilih perempuan di Bantul lebih banyak daripada jumlah pemilih laki-laki.

“Kami ingin mengajukan beliau. Di Bantul kan lebih banyak pemilih wanitanya daripada laki-laki dan calon perempuan sendiri pun belum ada, jadi kami ingin mengajukan bu Novi,” jelasnya.

Tapi, ia menyadari, dua kursi PPP di DPRD Bantul, belum cukup untuk mengusung calon sendiri.

"Karena suara kami kemarin turun, hanya dapat dua kursi, jadi tidak mungkin maju sendiri kan. Ya, kami ada kemungkinan mengajukan Bu Novi. Tetapi, kami melihat dulu calon-calon dari partai besar, siapa saja yang akan maju, baru kami bergerak," terangnya.

Mengenai kepastian siapa calon yang akan diusung, ia mengatakan keputusan baru bisa didapatkan setelah agenda Muktamar PPP, pada Maret tahun depan.

Sementara itu dikonfirmasi lebih lanjut perempaun yang memiliki sejumlah usaha tersebut mengatakan dirinya siap untuk dicalonkan dan ikut memeriahkan Pilkada 2020. “Kalau ditanya siap atau tidak dan jika itu memang keputusan partai maka saya siap untuk maju di Pilkada Bantul” kata Novi.

“Karena selama ini kan PPP belum ada calon ya untuk Pilkada tersebut, tapi yang jelas kami akan menyiapkan calon yang sangat cocok untuk memimpin Bantul. Kalau untuk progam saya sudah punya sejuta ide dan sudah saya siapkan untuk Bantul,” jelasnya.

Novi juga mengungkapkan, kegagalannya dalam Pileg 2019 lalu, tidak menyurutkan niat untuk mengabdi pada Bantul dalam pemilihan yang lalu ia maju sebagai calon DPRD DIY.

"Ke depan, kalaupun harus maju di Pilkada, saya siap menghadapi. Pilkada beda sekali dengan Pileg ya, itu bagaimana kita mempunyai program pengembangan daerah, dan saya sudah memiliki satu juta ide," katanya.

Ia juga mengatakan jika nantinya maju di Pilkada 2020 pihaknya tidak akan membeli suara dan akan bersaing secara bersih di ajang lima tahunan sekali tersebut.