Trisik Festival 2019 Berlangsung Lebih Meriah

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengikuti pelepasan tukik di Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Minggu (17/11/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
17 November 2019 19:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOTrisik Festival 2019 di Kawasan Laguna Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Minggu (17/11/2019) berlangsung lebih meriah daripada sebelumnya. Ratusan warga tumpah ruah di acara yang sudah menginjak tahun kedua penyelenggaraan ini.

Trisik Festival 2019 diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kulonprogo bekerjasama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB), Kelompok Sadar Wisata Desa Banaran, Konservasi Penyu Abadi Trisik dan Jogja Pro Harian Jogja. Acara ini dilangsungkan selama dua hari pada 16-17 November.

Hari pertama diisi lomba menggambar dan mewarnai untuk siswa tingkat PAUD hingga sekolah dasar, edukasi satwa bertema Nyawiji Edukasi, wisata petik melon dan bersih pantai. Pada hari kedua, acara diawali senam massal bertajuk Senam Sehat with Minoels, dilanjutkan pelepasan puluhan anak penyu atau umum disebut tukik di pesisir Pantai Trisik. Setelah itu pengunjung dihibur Festival Musik Dangdut Jaman Now dan sajian kesenian tradisional Reog Sekar Mudho Sembodho. Dalam acara ini penyelenggara menyediakan doorprize bagi penonton yang beruntung dan foodtruck.

Kepala Dispar Kulonprogo Niken Probo Laras mengatakan acara ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kulonprogo, khususnya Pantai Trisik. Dengan digelar selama dua hari penuh, diharapkan pengunjung bisa menginap di tempat-tempat penyimpanan yang ada di pantai ini.

Selain meningkatkan kunjungan, juga menambah lama tinggal wisatawan di Kulonprogo. “Pelancong bisa merencanakan untuk datang dan mengambil paket wisata. Kalau sudah ada agenda berulang ini mereka [wisatawan] bisa menginap di sini [Kulonprogo], apalagi sudah punya 300-an homestay dan enam hotel terverifikasi,” ucap Niken, Sabtu.

Di samping itu, Trisik Festival 2019 juga dalam rangka mendukung pelestarian satwa di Pantai Trisik. Trisik merupakan kawasan wisata konservasi penyu dan pertanian. Menurut Niken, adanya konservasi satwa jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini.

Direktur Pemasaran Pariwisata, BOB, Agus Rochiyardi, yang hadir dalam kegiatan itu, mengatakan pergantian Menteri Pariwisata turut mengubah paradigma kepariwisataan di Indonesia. Menpar Whisnutama kini fokus mengembangkan wisata dengan memperbanyak acara, seperti Trisik Festival 2019.

Menurut Agus, objek wisata di Kulonprogo dan DIY secara umum, sudah sepantasnya naik kelas dan dikenal hingga kancah internasional sebab pengelolaan obwis mampu bersinergi antara pemerintah dengan warga.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengapresiasi penyelenggaraan Trisik Festival 2019 karena mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke pantai tersebut. Menurut dia, jenis kegiatan ini disukai oleh publik.

Dia berharap Pantai Trisik dapat dikembangkan lebih baik lagi. Berbagai upaya harus dilakukan. Tidak hanya mengandalkan pendanaan APBD Kabupaten tapi Dispar Kulonprogo juga mesti menguatkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.