Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Kekerasan jalanan atau klitih. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Bantul. Seorang pelajar SMK usia 16 tahun berinisial LDH dilaporkan mengalami luka akibat penganiayaan oleh orang tak dikenal di kawasan Pandak pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Korban saat itu berboncengan dengan dua temannya menggunakan sepeda motor ketika tiba-tiba dihampiri pelaku yang mengendarai sepeda motor lain. Kedua pelaku langsung melakukan pemukulan hingga korban terjatuh.
Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga merebut clurit milik korban dan menggunakannya untuk melukai tubuh korban sebelum akhirnya melarikan diri. Polisi masih mendalami identitas pelaku dan motif penganiayaan.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 03.30 WIB setelah adanya laporan dari warga melalui petugas Polsek Pandak.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bersama teman-temannya nongkrong di area bulak sawah Dusun Ngabean sejak sekitar pukul 01.00 WIB. Sekitar pukul 03.25 WIB, korban dan dua temannya meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumah masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, korban berboncengan bertiga menggunakan sepeda motor Honda PCX bernomor polisi AB-5950-GV. Saat melintas di simpang empat Dawetan dan hendak menyeberang menuju Jalan Janten, motor yang ditumpangi korban didatangi dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox.
“Dua pelaku langsung menghampiri korban dan melakukan pemukulan. Dua teman korban melarikan diri membawa sepeda motor korban,” kata Rita, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, salah satu pelaku disebut merebut clurit yang dibawa korban dan menggunakan senjata tersebut untuk melukai tubuh korban. Tidak lama berselang, petugas patroli Polsek Pandak tiba di lokasi kejadian setelah mendapat aduan dari warga sekitar.
Petugas kemudian memanggil ambulans dan mengevakuasi korban ke RS UII untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait kejadian tersebut.
“Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas. Kami imbau agar orang tua lebih optimal dalam memantau anak-anak kita terutama saat malam hari untuk meminimalkan kejadian serupa,” ujar Rita.
Maraknya kejahatan jalanan di wilayah Bantul menjadi perhatian aparat kepolisian yang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.