Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kondisi Sungai Besole yang tercemar limbah tahu seperti terlihat Kamis (28/2/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Dinas Koperasi dan UMK Gunungkidul, Widadgo, mengatakan hingga saat ini masih banyak kegiatan industri rumah tangga atau UMKM yang membuang limbah secara sembarangan. Secara aturan, hal ini tidak dibenarkan karena bisa memicu pencemaran lingkungan. “Itu tidak boleh karena menyalahi aturan,” katanya, Selasa (12/10/2019).
Menurut dia, ada beberapa industri yang membuang limbah dengan sembarangan seperti produksi tahu dan tempe hingga pembuatan kain batik. Idealnya sisa produksi ini bisa dibuang ke salurang pembuangan limbah khusus sehingga potensi pencemaran lingkungan ditekan. “Tim kami sudah memantau dan ternyata masih ada UMKM yang membuang limbah sembarangan,” katanya.
Widagdo menuturkan untuk permasalahan limbah Dinas Koperasi dan UKM tidak memiliki kewenangan karena ada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang menangani masalah lingkungan. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya dalam pengembangan UMKM yang ramah lingkungan.
Dinas Koperasi dan UKM, menurut Widagdo, sering menggelar pelatihan untuk penanganan pascaproduksi yang tidak berpotensi mencemari lingkungan. “Kami datangkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena OPD inilah yang mengerti tentang masalah pengelolaan limbah,” katanya.
Sekretaris DLH Gunungkidul, Aris Suryanto, mengatakan secara umum pengolahan limbah industri sudah berjalan dengan baik. Namun ada juga pengusaha yang masih membuang limbah secara sembarangan. “Idealnya ada saluran instalasi pengolahan air limbah [Ipal] khusus untuk industri dan ini sudah banyak dimiliki pengusaha seperti di sentra batik di Kecamatan Gedangsari dan Ngawen,” katanya.
Disinggung mengenai bahaya pencemaran limbah tahu dan batik, Aris mengakui bahwa sisa industri batik lebih berbahaya karena ada kandungan zat kimia. Menurut dia, DLH berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya polusi lingkungan. “Kami terus meyosialisasikan agar pencemaran lingkungan bisa ditekan,” katanya.
Permasalahan pecemaran lingkungan di Gunungkidul bisa dilihat di beberapa aliran sungai. Hasil penelitian yang dilakukan DLH ditemukan beberapa aliran seperti Sungai Besole Utara, Besole Selatan, Kepek, Krapyak, Kluwih, dan Wareng yang tercemar. “Pencemaran terjadi karena kebiasaan buruk dari masyarakat yang membuang sampah atau limbah secara sembarangan sehingga sungai tercemar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan.
Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026. PDIP menyebut Megawati memiliki kegiatan lain pada Jumat (14/8/2026).
Hujan ekstrem di Chiba, Jepang, memicu banjir dan peringatan Level 5. Tiga orang tewas dan lebih dari 400.000 warga dievakuasi.
Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman sekaligus bimbingan teknis agar mampu membangun sistem pengelolaan keuangan
Facebook meluncurkan Creator Studio dengan asisten AI yang membantu kreator menganalisis konten, komentar, dan performa audiens.