Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meresmikan SPBU UII di Jalan Kaliurang Km. 13,5 Nganggrung, Sukoharjo, Ngaglik, Kamis (12/12/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Tingginya mobilitas masyarakat saat ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM). Di Sleman, konsumsi BBM diperkirakan mencapai satu juta liter per hari.
Merespons kebutuhan tersebut, Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) meresmikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Nganggrung, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Kamis (12/12/2019). "Usaha ini dioreientasikan untuk pengembangan pendidikan yang ada di UII selain dari mahasiswa," kata Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Suwarsono Muhammad di sela-sela peresmian.
SPBU tersebut merupakan pengembangan dari usaha YBW UII guna melayani kebutuhan masyarakat. SPBU UII tercatat merupakan SPBU UII yang kedua karena pada 2007 lalu, YBW III juga membangun SPBU di Semarang, Jawa Tengah. "Pemasukan yayasan selain dari pendidikan kami harapkan juga dari usaha ini. Sehingga kualitas pendidikan di UII dapat terus ditingkatkan lagi," ucap dia.
Selain SPBU, lanjut Suwarsono, YBW UII juga akan mengembangkan usaha lain baik di bidang kesehatan, perhotelan, perbankan, dan radio. "Bidang-bidang usaha tersebut diorientasikan untuk mendukung kegiatan yayasan di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat," katanya.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang meresmikan SPBU UII menilai keberadaan SPBU ini dapat memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sehingga mobilitas semakin mudah. "Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat harapannya dapat meningkatkan ekonomi kreatif di Sleman," ujar dia.
Dia berharap beroperasinya SPBU UII dapat memberikan kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Hal itu dinilai penting agar ekonomi disekitar SPBU juga mendapatkan dampak positif. “Kalau bisa SPBU ini mengakomodasi masyarakat sebagai karyawan. Minimal 80% karyawan diisi oleh warga sekitar," harapnya.
Sales Area Manager PT Pertamina Wilayah DIY Pande Made Andi S mengatakan berdasarkan data dari 113 total SPBU di Jogja 40% di antaranya berada di wilayah Sleman. Konsumsi bahan bakar di Sleman bahkan mencapai satu juta liter per hari.
Dibukanya SPBU UII, katanya, bisa membantu Pertamina untuk menyalurkan bahan bakar bagi masyarakat khususnya di wilayah Kaliurang. "Masyarakat di sekitar Kaliurang kini dapat mendapatkan bahan bakar minyak lebih mudah mengingat keberadaan SPBU UII ini merupakan SPBU terakhir di Jalan Kaliurang,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.