Deretan Wisata Nonpantai Gunungkidul yang Bisa Jadi Pilihan saat Libur Natal & Tahun Baru

Gua Pindul, Gunungkidul. - JIBI
12 Desember 2019 06:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul terus mendorong objek wisata nonpantai untuk menjadi pilihan wisatawan guna menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 di Bumi Handayani. Sejumlah objek wisata yang ada di Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) IV, V dan VI bisa menjadi pilihannya.

Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Harry Sukmono, mengungkapkan sesuai dengan Perda No. 3/2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014-2025, ketiga kawasan tersebut bisa dijadikan untuk tujuan wisatawan dalam menghabiskan masa libur akhir tahun.

Sesuai dengan konsep pembangunan kepariwisataan, KSP IV merupakan objek wisata alam berbasis wisata pendidikan, keluarga dan petualangan. Beberapa objek wisata yang masuk KSP IV di antaranya Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Butak dan Air Terjun Banyunibo, Taman Hutan Raya Bunder, Air Terjun Sri Getuk dan beberapa objek wisata keluarga lainnya.

Untuk KSP V terdiri dari kawasan wisata yang didominasi gua dengan daya tarik unggulan berupa bentang alam karst, sedangkan KSP VI terdiri dari kawasan wisata nonPantai dengan mengusung daya tarik unggulan yang mengedepankan nilai budaya serta sejarah seperti Petilasan Gunung Gambar, Candi Risan dan beberapa objek wisata sejatah lainnya.

Dinpar juga terus mendorong agar minat wisatawan bisa mengarah ke wisata nonpantai, di antaranya dengan menggarap desa-desa wisata yang tersebar di Bumi Handayani seperti Desa Nglanggeran, Bobung, Jelok, Bleberan, hingga Desa Wisata Mulo. "Kami berharap agar banyak pergerakan wisatawan di wilayah tersebut yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar," kata Harry, Selasa (10/12/2019).

Selain itu, Dinpar juga terus membina dan mendampingi pelaku wisata yang ada agar saat berkunjung ke objek wisata nonpantai wisatawan mendapatkan pemahaman yang jelas dan ingin kembali berkunjung. "Ada pemandu wisata yang hadir di desa-desa wisata tersebut dan masyarakat bisa menjual hasil olahan kuliner yang ada," ujarnya.

Untuk libur Nataru 2020, Dispar menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) bisa menyentuh angka Rp2 miliar, sehingga seluruh potensi yang ada terus didorong agar memunculkan daya tarik yang baik kepada wisatawan yang datang.