Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Pekerja membangun sumur bor di Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, Kamis (12/12/2019)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecamatan Panggang termasuk dalam lima wilayah terdampak kekeringan cukup parah. Bahkan Pemkab Gunungkidul menetapkan status Darurat Kekeringan untuk kelima wilayah ini.
Hingga saat ini bantuan air bersih dan bantuan pembangunan sumur bor terus disalurkan. Bantuan tak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga pihak swasta. Salah satu lembaga yang memberikan bantuan pembangunan sumur bor yakni Lembaga Amil Zakat Yogyakarta, Nurul Hayat. Lembaga ini membangun sumur bor di Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, lengkap dengan pipa dan bak penampungan.
Hadirnya bantuan sumur bor tersebut dinilai mampu membantu masyarakat dalam mengatasi kekeringan di musim kemarau. Dalam waktu dekat, semua fasilitas tersebut sudah bisa digunakan.
Kepala Dusun Blado, Witanto, mengapresiasi langkah Nurul Hayat. Ia menuturkan selama lebih dari delapan bulan warganya kekurangan air bersih. "Harapannya dengan bantuan sumur bor ini warga kami tidak kesusahan lagi mendapatkan air bersih terutama saat musim kemarau," ujar Witanto kepada Harian Jogja, Kamis (12/12/2019).
Witanto mengungkapkan selama ini bantuan air bersih dari pemerintah dan swasta cukup minim. Untuk mencukupi kebutuhan warga harus membeli air dari pedagang. "Rata-rata satu kepala keluarga konsumsi air bersihnya mencapai 5.000 liter per pekan," ujarnya.
Koordinator Penyaluran Air Bersih Nurul Hayat, Muhammad Fakhrurrozi, menuturkan dana pembangunan sumur bor berasal dari bantuan para donatur yang selama ini mempercayakan lembaga zakat mereka untuk mengelola terkait pasokan penyaluran fasilitas air bersih.
Ia menuturkan bantuan yang diberikan meliputi biaya pengeboran sumur, penyediaan mesin pompa hingga instalasi air bersih. "Dropping air bersih bukan solusi jangka panjang, oleh karena itu kami membuat program untuk jangka panjang dengan membangunkan sumur bor," ujarnya.
Rencananya, sumur bor itu bakal diresmikan pada Januari 2020. "Kami berharap pada Januari 2020 semua sudah berfungsi semua mulai dari sumur, pompa, instalasi hingga bak penampungan sehingga masyarakat bisa merasakannya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.