Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Meteran PDAM - ist/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Padukuhan Jeruken dan Pijenan di Kalurahan Girisekar, Panggang, Gunungkidul, akhirnya bisa menikmati aliran air bersih setelah puluhan tahun menunggu. Layanan dari PDAM mulai dirasakan sejak instalasi dioperasikan pada Senin (6/4/2026).
Aliran air yang sebelumnya tidak pernah sampai ke permukiman kini mulai mengalir lancar, membawa perubahan besar bagi kebutuhan sehari-hari warga di dua padukuhan tersebut.
Lurah Girisekar, Sutarpan, mengatakan jaringan perpipaan sebenarnya sudah terpasang sejak sekitar 25 tahun lalu, namun selama itu air tidak pernah mengalir ke rumah warga.
“Sudah puluhan tahun ada instalasi perpipaan, tapi airnya tidak mengalir. Baru kemarin warga Pijenan dan Jeruken bisa mendapatkan akses air bersih dari PDAM,” ujarnya saat ditemui di Kalurahan Girisekar, Panggang, Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, layanan tersebut belum menjangkau seluruh warga. Dari total 240 kepala keluarga, baru sekitar 30 sambungan rumah yang terpasang.
Untuk sementara, fasilitas air bersih tersebut digunakan secara bersama-sama sambil menunggu penambahan sambungan baru.
Beban Warga Berkurang Setelah Air Mengalir
Selama ini, warga harus membeli air bersih dengan harga sekitar Rp170.000 per tangki yang hanya cukup digunakan selama satu minggu.
Kondisi tersebut membuat biaya hidup meningkat, terutama saat musim kemarau.
“Memang mahal dan cepat habis. Mudah-mudahan dengan aliran air dari PDAM yang lancar, kebutuhan air bersih bisa ditekan karena biayanya lebih murah,” kata Sutarpan.
Ia menjelaskan, kendala utama sebelumnya bukan pada jaringan, melainkan distribusi air yang belum merata sehingga tidak sampai ke wilayah Jeruken dan Pijenan.
Permasalahan tersebut kini teratasi setelah dipasang mesin pompa pendorong yang membantu aliran air menjangkau wilayah tersebut.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memastikan pemerintah daerah akan terus memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
Ia menyebut layanan di wilayah tersebut sudah diuji sejak Ramadan dan kini berjalan tanpa kendala.
“Alirannya sudah lancar dan saya sendiri sudah melakukan pengecekan ke sana,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, pemerintah berencana mengoptimalkan sumber air dari sungai bawah tanah Baron yang memiliki potensi hingga 2.000 liter per detik.
Saat ini, pemanfaatannya masih sekitar 57 liter per detik.
Upaya optimalisasi tersebut membutuhkan anggaran besar, sekitar Rp125 miliar, yang telah diajukan ke pemerintah pusat.
Dengan pengembangan tersebut, diharapkan akses air bersih di wilayah Gunungkidul, khususnya di kawasan Panggang, dapat semakin merata dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.