KA Bandara YIA Catat 1,9 Juta Pergerakan, Ini Perubahan Setelah Dikelola KAI Commuter
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca yang berubah cepat dari panas ke hujan deras disertai angin kencang mulai memicu kejadian di lapangan di Kota Jogja. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca ekstrem masih terjadi dan berpotensi menimbulkan gangguan di sejumlah titik, termasuk kerusakan ringan hingga gangguan aktivitas warga.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Darmanto, menyebut sejak awal April 2026 sudah terjadi beberapa insiden akibat cuaca ekstrem.
“Awal April 2026 ini saja sudah tercatat empat kejadian pohon tumbang. Angin kencang saat hujan tiba-tiba bisa merusak atap rumah dan menjatuhkan dahan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, pola cuaca yang tidak menentu membuat potensi kejadian serupa masih cukup tinggi dalam waktu dekat.
Selain pohon tumbang, BPBD Kota Jogja juga mengingatkan potensi genangan air hingga banjir di sejumlah wilayah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Risiko Longsor di Bantaran Sungai
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta lebih waspada terhadap potensi talud longsor akibat kondisi tanah yang jenuh air.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta lebih waspada terhadap kemungkinan longsor skala kecil maupun talud ambrol akibat tanah yang jenuh air,” kata Darmanto.
Pemantauan terus dilakukan di sejumlah sungai utama, seperti Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajahwong.
BPBD Kota Jogja memanfaatkan sistem telemetri untuk memantau tinggi muka air secara real time melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana.
Hingga saat ini, kondisi permukaan air di ketiga sungai tersebut masih stabil dan belum menunjukkan kenaikan signifikan.
Selain itu, BPBD memastikan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berfungsi optimal untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat.
Sistem ini diharapkan mampu membantu warga mengambil langkah antisipasi, termasuk evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Untuk mempercepat respons, BPBD Kota Jogja juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat selama 24 jam selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
Raphael Marantika mencetak 12 poin dan 7 rebound saat Olifant bangkit mengejar BOSA sebelum kalah 53-60 di final DBL Jogja 2026.
Simak cara daftar bansos 2027 lewat Perlinsos Digital. Siapkan NIK, IKD, verifikasi wajah, dan data PLN untuk pengajuan PKH atau BPNT.
Pameran Trinetra di Jogja berlangsung 13-17 Oktober 2026, menghadirkan koleksi museum, tur kuratorial, cek mata gratis, dan edukasi sejarah.
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
UKDW mendorong konservasi Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong melalui riset lima tahun, kolaborasi lintas sektor, dan Piagam Amerta Bhumi.