28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca yang berubah cepat dari panas ke hujan deras disertai angin kencang mulai memicu kejadian di lapangan di Kota Jogja. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca ekstrem masih terjadi dan berpotensi menimbulkan gangguan di sejumlah titik, termasuk kerusakan ringan hingga gangguan aktivitas warga.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Darmanto, menyebut sejak awal April 2026 sudah terjadi beberapa insiden akibat cuaca ekstrem.
“Awal April 2026 ini saja sudah tercatat empat kejadian pohon tumbang. Angin kencang saat hujan tiba-tiba bisa merusak atap rumah dan menjatuhkan dahan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, pola cuaca yang tidak menentu membuat potensi kejadian serupa masih cukup tinggi dalam waktu dekat.
Selain pohon tumbang, BPBD Kota Jogja juga mengingatkan potensi genangan air hingga banjir di sejumlah wilayah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Risiko Longsor di Bantaran Sungai
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta lebih waspada terhadap potensi talud longsor akibat kondisi tanah yang jenuh air.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta lebih waspada terhadap kemungkinan longsor skala kecil maupun talud ambrol akibat tanah yang jenuh air,” kata Darmanto.
Pemantauan terus dilakukan di sejumlah sungai utama, seperti Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajahwong.
BPBD Kota Jogja memanfaatkan sistem telemetri untuk memantau tinggi muka air secara real time melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana.
Hingga saat ini, kondisi permukaan air di ketiga sungai tersebut masih stabil dan belum menunjukkan kenaikan signifikan.
Selain itu, BPBD memastikan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berfungsi optimal untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat.
Sistem ini diharapkan mampu membantu warga mengambil langkah antisipasi, termasuk evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Untuk mempercepat respons, BPBD Kota Jogja juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat selama 24 jam selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Belanda kembali mundur dari Eurovision 2027. AVROTROS menilai ajang musik itu tak lagi netral akibat dampak konflik Gaza.
Jadwal bola malam ini 24-25 Agustus 2026 menghadirkan Fulham vs Chelsea, Roma vs Fiorentina, Bologna vs Lazio hingga Kualifikasi Liga Champions.
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.