Masa Berlaku SIM Habis? Segera Perpanjang Hari Ini 29 September di MPP Manding Bantul
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
TPST Piyungan - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyebut perusahaan dari beberapa negara mundur dari investasi pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, kemungkinan karena mahalnya teknologi.
Namun saat ini masih ada investor yang tertarik mengelola tempat sampah tersebut dengan penggunaan teknologi yang lebih sederhana dan murah.
“Saya baru bicara, semoga dengan calon investor [baru] mungkin bisa. Dulu [investor] Jepang mundur, Prancis mundur, Jerman mundur,” kata Sultan di sela-sela pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di salah satu hotel kawasan Banguntapan, Bantul, Jumat (13/12).
Sultan memperkirakan calon investor angkat kaki karena teknologi pengolahan sampah mahal. Menurut dua, sampah di Piyungan harus diolah dan menjadi industri. Tanpa cara tersebut, sampah akan terus menumpuk dan TPST Piyungan kian kewalahan mengelolanya.
“Tetapi enggak mudah untuk mencari teknologinya, karena mahal,” kata dia.
HB X mengharapkan investor baru itu bisa menanamkan modalnya dalam skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) sehingga dapat menyelesaikan persoalan Piyungan.
Tanpa investor yang punya teknologi pengolahan sampah, mau tidak mau TPST Piyungan harus diperluas.
“Semoga saja [yang baru] itu bisa kita lakukan [terealisasi] karena teknologinya lebih sederhana tetapi punya dampak signifikan,” ucapnya.
“Sekarang ada teknologi yang bisa memisahkan [sampah] sendiri, nek apa-apa kudu dipisahke [kalau berbagai jenis sampah dipisahkan tanpa melalui teknologi] kan jadi mahal. Karena kita [sebagian besar masyarakat] yang namanya sampah dicampur semua, bukan sendiri-sendiri, ini yang akhirnya biayanya mahal. Karena jadi industri nanggung [setengah-setengah], tetapi ini [dari calon investor baru] ada teknologi, [sampah] itu dimasukkan kemudian memisahkan sendiri.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21