Cuaca Jogja Hari Ini 26 Juli Cerah, Sleman dan Kota Jogja Berkabut
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
TPST Piyungan - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyebut perusahaan dari beberapa negara mundur dari investasi pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, kemungkinan karena mahalnya teknologi.
Namun saat ini masih ada investor yang tertarik mengelola tempat sampah tersebut dengan penggunaan teknologi yang lebih sederhana dan murah.
“Saya baru bicara, semoga dengan calon investor [baru] mungkin bisa. Dulu [investor] Jepang mundur, Prancis mundur, Jerman mundur,” kata Sultan di sela-sela pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di salah satu hotel kawasan Banguntapan, Bantul, Jumat (13/12).
Sultan memperkirakan calon investor angkat kaki karena teknologi pengolahan sampah mahal. Menurut dua, sampah di Piyungan harus diolah dan menjadi industri. Tanpa cara tersebut, sampah akan terus menumpuk dan TPST Piyungan kian kewalahan mengelolanya.
“Tetapi enggak mudah untuk mencari teknologinya, karena mahal,” kata dia.
HB X mengharapkan investor baru itu bisa menanamkan modalnya dalam skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) sehingga dapat menyelesaikan persoalan Piyungan.
Tanpa investor yang punya teknologi pengolahan sampah, mau tidak mau TPST Piyungan harus diperluas.
“Semoga saja [yang baru] itu bisa kita lakukan [terealisasi] karena teknologinya lebih sederhana tetapi punya dampak signifikan,” ucapnya.
“Sekarang ada teknologi yang bisa memisahkan [sampah] sendiri, nek apa-apa kudu dipisahke [kalau berbagai jenis sampah dipisahkan tanpa melalui teknologi] kan jadi mahal. Karena kita [sebagian besar masyarakat] yang namanya sampah dicampur semua, bukan sendiri-sendiri, ini yang akhirnya biayanya mahal. Karena jadi industri nanggung [setengah-setengah], tetapi ini [dari calon investor baru] ada teknologi, [sampah] itu dimasukkan kemudian memisahkan sendiri.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.