Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Lombok Barat, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa 5,2 magnitudo mengguncang Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 dini hari. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengklaim warga Sleman menanggapi positif ihwal pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan sosialisasi pembangunan tol Jogja-Solo saat ini terus dilakukan dan memasuki kecamatan Kalasan, Sleman. Sosialisasi akan terus dilakukan ke arah barat. Menurutnya respons mayarakat cenderung positif terhadap pembangunan tol Jogja-Solo.
“Mereka lebih banyak menanyakan sesuai dengan kondisi, soal kena sedikit yang lain dibeli atau tidak, tidak kena tanahnya tetapi nanti terdampak seperti apa, masalah terdampak atau tidak perlu sosialisasi, dan itu semua didialogkan,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Sleman yang sudah mendapat sosialisasi proyek tol mengaku resah. Antara lain karena warga tak bisa berdialog soal besaran ganti rugi harga lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa 5,2 magnitudo mengguncang Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 dini hari. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Disdik Sleman mendampingi murid kelas V yang belum kembali sekolah setelah kasus penyerangan guru oleh wali murid. KPAD turut dilibatkan.
Tiga kambing di Jetis, Saptosari, Gunungkidul, ditemukan mati dengan bekas gigitan. Warga diimbau memindahkan kandang dekat rumah.
Kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,58 juta hingga Agustus 2026, tumbuh 5,38%. Perjalanan wisnus tercatat 842,15 juta.
BRI bersama Eastspring Investments Indonesia menghadirkan tiga reksa dana baru dengan minimum investasi Rp100.000 untuk memperluas pilihan investasi dan menduku
Wagub DIY Paku Alam X melepas 12 atlet SOIna ke Pesonas 2026 di Kupang. Atlet dan pendamping diminta menjaga kesehatan selama kompetisi.