Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Ilustrasi. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan mengkomunikaskan berbagai tuntutan warga terdampak pembangunan tol Jogja-Solo yang saat ini masih dalam proses sosialisasi. Pemerintah menjamin masyarakat tidak dirugikan dalam proses pembangunan ini.
Kepala Bappeda DIY Budi Wibowo mengatakan pemerintah akan mengkomunikasikan berbagai tuntutan warga terdampak untuk mencarikan solusi yang terbaik dan masyarakat tidak akan dirugikan.
Sesuai dengan ketentuan warga terdampak diberikan rentang waktu tertentu untuk melengkapi berbagai persyaratan guna mendapatkan ganti rugi. Sejumlah warga sempat mengeluhkan rentang waktu tersebut karena khawatir tidak bisa melengkapi berkas sebelum waktu yang ditetapkan.
Budi menilai waktu yang diberikan sebenarnya bisa dikomunikasikan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Ini bisa dikomunikasikan dengan tim, seperti pembebasan [lahan] bandara, ada syarat, lambat, cepat, yang lengkap kan dibebaskan dulu diberi ganti rugi dulu. Nah kalau belum [lengkap] itu harus dikoordinasikan dengan kelurahan kecamatan setempat, tanda bukti haknya seperti apa. Kalau itu letter C ya dikoordinasikan dengan lurah, tim [pembebasan lahan] saya kira memahami itu,” katanya, Kamis (5/12/2019).
Budi mencontohkan jika warga terdampak setuju dengan tim appraisal, tetapi misal tanda buktinya masih lama berupa letter C atau D, maka harus segera dikomunikasikan dengan kelurahan setempat.
Warga dengan kasus seperti ini tak perlu khawatir karena pemerintah tentu tidak akan merugikan warga. Begitu juga soal harga, tim appraisal menurutnya akan menilai secara independen sesuai dengan kondisi lahan atau bangunan.
Namun ia berharap warga terdampak bisa memahami bahwa pembangunan tol tersebut merupakan perkembangan yang memang harus terjadi di wilayah DIY. “Ada tim appraisal itu dikomunikasikan yang jelas pemerintah tidak mau merugikan masyarakat, tetapi masyarakat harus bisa memahami bahwa ini [pembangunan jalan tol] adalah perkembangan [pembangunan] yang harus terjadi di Jogja, karena ini membuka akses dari dank e Jogja yang luar biasa, tol itu,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.