Siswa SMP di Bantul Dibekali Kecakapan Digital, Waspadai FOMO
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Para jamaah masjid Fathul Huda ketika pulang salat tarawih. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL— Suasana sebuah jalan sempit yang melintas di depan Masjid Fathul Huda, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, tampak berbeda pada Senin (23/2/2026) malam.
Jalan yang menjadi penghubung Padukuhan Bogem, Kraton, dan Plumutan itu disulap menjadi gapura masuk Kampung Ramadan atas inisiatif para remaja masjid setempat. Lampu gantung dan ornamen anyaman bambu bercahaya kuning dipasang di sepanjang jalan, menciptakan nuansa hangat dan semarak menyambut Ramadan 2026.
Takmir Masjid Fathul Huda, Sumarsidi, mengatakan konsep Kampung Ramadan lahir dari ide para remaja masjid. Lokasi masjid yang berada di perbatasan tiga padukuhan dinilai strategis untuk merangkul masyarakat sekitar.
“Masjid ini berada di perbatasan Bogem, Kraton, dan Plumutan. Kampung Ramadan ini ide dari remaja masjid agar bisa menjadi ruang silaturahmi lintas padukuhan,” ujarnya.
Sumarsidi menuturkan, puluhan tahun lalu Masjid Fathul Huda menjadi satu-satunya tempat ibadah bagi sebagian warga di kawasan tersebut. Hingga kini, masjid tetap digunakan bersama oleh warga dari latar belakang Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
“Sejak dulu sangat rukun. Tarawih 11 rakaat, lalu dilanjutkan 23 rakaat bagi yang menjalankan. Itu sudah berjalan sejak tahun 1980-an,” paparnya.
Dekorasi Kampung Ramadan tidak hanya berupa lampu gantung. Sejumlah rangkaian lampu hias juga dibentuk melengkung menyerupai kubah masjid, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melintas.
Ketua Remaja Masjid Fathul Huda, Ghani Dhika Ardiansyah, mengatakan kegiatan menghias kawasan sekitar masjid telah menjadi agenda rutin sejak 2019. Kegiatan sempat terhenti saat pandemi Covid-19 dan kembali digelar pada 2025 serta 2026.
Awalnya, konsep dekorasi dirancang sederhana menyesuaikan keterbatasan anggaran. Namun dukungan masyarakat dan para donatur membuat dekorasi bisa dikembangkan lebih maksimal.
“Konsepnya mirip tahun sebelumnya, tetapi tahun ini ditambah lampu hias melengkung di puncak kubah. Pengerjaan dilakukan sekitar 10–15 warga selama lebih dari satu bulan, biasanya pada malam hari,” katanya.
Selain dekorasi, Kampung Ramadan Fathul Huda juga akan diisi berbagai kegiatan sosial dan edukatif, seperti lomba mewarnai anak-anak serta berbagi takjil kepada masyarakat sekitar.
Dukuh Kraton, Bekti Hastuti, menuturkan dekorasi kampung di depan masjid sudah dilakukan beberapa tahun terakhir dengan konsep yang selalu berbeda.
“Masjid ini berbatasan langsung dengan Plumutan. Kolaborasi remaja masjidnya luar biasa. Ide-ide kreatif muncul dari anak-anak muda dan didukung penuh masyarakat serta takmir. Kampung Ramadan ini juga untuk menarik anak-anak agar lebih dekat dengan masjid,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya