Materi Pencegahan Perilaku Berisiko Dinilai Harus Humanis
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Pengemis - Ilustrasi/Bisnis
Harianjogja.com, JOGJA— Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta bersiap meningkatkan intensitas patroli dan operasi penertiban guna mengantisipasi potensi lonjakan gelandangan dan pengemis (gepeng) menjelang Lebaran 2026.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja, Dodi Kurnianto, mengatakan patroli rutin terus dilakukan di sejumlah ruas jalan. Selain itu, operasi terhadap kendaraan, termasuk truk, turut digencarkan untuk mencegah masuknya gepeng dari luar daerah.
“Antisipasi kami lakukan melalui patroli jalanan dan operasi kendaraan, termasuk truk,” ujar Dodi, Selasa (24/2/2026).
Ia menyebutkan, pengawasan difokuskan pada sejumlah titik yang selama ini rawan aktivitas gepeng. Lokasi tersebut antara lain kawasan Batikan, Terminal Giwangan, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, simpang RSUD Kota Jogja, kawasan Taman Siswa, serta perempatan Jokteng Barat dan Jokteng Timur.
Meski begitu, hingga memasuki Ramadan, Dodi memastikan belum terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah gepeng di wilayah Kota Yogyakarta. Sejauh ini, pihaknya baru menangani dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta satu pengamen yang membawa obor.
“Peningkatan belum ada. Sejak awal puasa tercatat dua ODGJ dan satu pengamen dengan obor, semuanya sudah kami asesmen,” katanya.
Dodi menjelaskan, gepeng yang terjaring razia memiliki latar belakang beragam, mulai dari pengamen, gelandangan, hingga pengemis. Asal mereka pun bervariasi, baik warga Kota Yogyakarta maupun dari luar daerah.
“Variannya banyak, tidak hanya pengamen. Ada yang warga Jogja, ada juga dari luar kota,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan gepeng biasanya mulai terlihat mendekati H-7 Lebaran. Karena itu, pengawasan akan terus diperketat, termasuk dengan menggandeng Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja untuk penanganan lanjutan.
“Kalau identitas dan keluarganya sudah diketahui, biasanya kami serahkan ke Dinsos untuk kemudian dikembalikan,” katanya.
Selain pengawasan gepeng, Satpol PP Kota Jogja juga menyiapkan langkah pengamanan kawasan Malioboro selama masa libur Lebaran. Koordinasi dilakukan bersama instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan melalui skema jogo bareng guna menjaga ketertiban serta kenyamanan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.
Dokter bedah onkologi mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kasus terus meningkat dan banyak pasien datang saat stadium lanjut.
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.
Kejagung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka kasus dugaan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menahannya selama 20 hari.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.