Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Anggota Komunitas Gunungkidul Reptil Independen Dino Ahzar Setiawan saat melakukan tes untuk mengetahui jenis kelamin ular kobra yang ditangkap di wilayah Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari. Kamis (5/12/2019)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, WONOSARI–Berbagai cara dilakukan warga Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari, Gunungkidul untuk mengusir belasan ular kobra yang meneror permukiman penduduk. Termasuk mengundang pranormal.
Warga juga menggandeng komunitas Gunungkidul Reptil Independen untuk mencari sarang ular kobra tersebut. Total hingga Kamis (5/12/2019) sore, warga telah menangkap 16 ekor kobra.
Salah seorang warga Kepek I, Ervan Bambang Dermanto mengatakan, berbagai cara sudah dilakukan untuk mencari asal usul ular kobra. Selain mendatangkan pawang dan komunitas pecinta reptil, warga juga sudah mencoba dengan mendatangkan paranormal.
Hanya saja, lanjut Ervan, paranormal yang didatangkan tidak menjelaskan secara pasti persembunyian ular berbisa itu. Pranormal hanya menunjukkan jalan yang sering dilalui ular-ular tersebut.
“Belum ada solusi dan warga masih khawatir dengan ular-ular ini. Untuk itu, kami masih berusaha mencari persembunyian sehingga keberadaannya dapat segera diatasi,” ungkapnya.
Anggota Komunitas Gunungkidul Reptil Independen, Dino Azhar Setiawan mengatakan, komunitasnya siap membantu warga Kepek I untuk menyisir tempat persembunyian ular kobra. Hasil penyisiran bersama sudah menemukan beberapa ekor anakan ular dan satu kobra betina dewasa. “Untuk yang betina mudah-mudahan masuk indukan. Sedangkan yang kecil masih berusia sekitar satu bulan,” katanya.
Dino menuturkan, pihaknya bersama dengan warga akan terus melakukan pencarian. Untuk antisipasi, dia juga meminta kepada warga tidak sembrono karena ular ini bisa membahayakan jiwa warga. “Kalau yang sudah terbiasa ditangkap dengan tangan boleh, tapi kalau tidak boleh dibunuh saja karena masuk hewan berbahaya,” katanya.
Untuk ular-ular yang telah ditangkap, Dino mengakui masih memelihara. Namun pada saatnya akan melepaskan ke kawasan hutan di wilayah Gunungkidu yang keberadannya jauh dari permukiman warga. “Kalau kami [komunitas pecinta reptil] sudah terbiasa. Jadi, ular yang tertangkap akan kami lepasliarkan ke alam bebas,” ungkapnya.
Disinggung mengenai keberadaan ular kobra di wilayah perkotaan, Dino tidak bisa memastikan. Namun ia menduga hal ini dikarenakan adanya gangguan di habitat aslinya sehingga berpindah ke tempat yang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.