Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Mochamad Effendi (depan, tengah) saat menghadiri peringatan Hari Juang Kartika TNI AD di Lapangan Patuk, Gunungkidul, Senin (16/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayor Jenderal Mochamad Effendi mengatakan Gunungkidul memiliki peranan penting dalam perkembangan TNI AD. Hal ini disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Juang Kartika TNI 2019 di Lapangan Patuk, Senin (16/12/2019). “Inilah kenapa peringatan Hari Juang Kartika di Kodam IV Diponegoro tahun ini dipusatkan di Gunungkidul,” kata Effendi, Senin.
Menurut dia, peranan penting Gunungkidul bisa dilihat pada saat masa gerilya Jenderal Sudirman. Selain menjadi salah satu rute utama, antusiasme masyarakat untuk membantu perang gerilya juga sangat tinggi. “Masyarakat bersama dengan rombongan bahu membahu melawan penjajah,” kata Effendi.
Pangdam menjelaskan bagi TNI AD Jenderal Sudirman merupakan sosok yang penting dan menjadi inspirator karena perjuangan dan kegigihannya dalam melawan penjajah. “Tanpa Jenderal Sudirman, maka tidak ada TNI seperti sekarang ini,” katanya.
Untuk diketahui, Jenderal Sudirman menjalankan siasat perang gerilya selama delapan bulan dari akhir 1948 sampai 10 Juli 1949. Selama perjuangan, Jenderal Sudirman terus berpindah-pindah tempat hingga akhirnya kembali ke Kota Jogja. Perlawanan ini ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corps bagi TNI, sehingga saat akan lulus dari akademi militer harus menjalani napak tilas rute yang dilalui Jenderal Soedirman.
“Untuk peringatan hari juang sendiri mengacu pada peristiwa Palagan Ambarawa yang terjadi pada 20 Oktober-15 Desember 1945. Pada saat itu para pejuang berhasil mengusir penjajah dan momen itu dijadikan sebagai peringatan Hari Juang TNI AD,” katanya.
Tema peringatan tahun ini adalah TNI adalah Kita. Effendi pun berharap dengan tema ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat dan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita semua adalah TNI, baik itu masyarakat, polisi, angkatan laut hingga angkatan udara merupakan satu untuk NKRI,” katanya.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Noppy Laksana Armiyanto, mengatakan di Hari Juang Kartika TNI AD ini digelar beberapa kegiatan. Selain bakti sosial dan pemberian cek kesehatan, juga dilakukan offroad untuk pencinta mobil trabas dan motor trail. “Untuk bakti sosial dilakukan dengan memberikan 2.500 paket sembako. Kami bersyukur acara peringatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.