Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Mochamad Effendi (depan, tengah) saat menghadiri peringatan Hari Juang Kartika TNI AD di Lapangan Patuk, Gunungkidul, Senin (16/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayor Jenderal Mochamad Effendi mengatakan Gunungkidul memiliki peranan penting dalam perkembangan TNI AD. Hal ini disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Juang Kartika TNI 2019 di Lapangan Patuk, Senin (16/12/2019). “Inilah kenapa peringatan Hari Juang Kartika di Kodam IV Diponegoro tahun ini dipusatkan di Gunungkidul,” kata Effendi, Senin.
Menurut dia, peranan penting Gunungkidul bisa dilihat pada saat masa gerilya Jenderal Sudirman. Selain menjadi salah satu rute utama, antusiasme masyarakat untuk membantu perang gerilya juga sangat tinggi. “Masyarakat bersama dengan rombongan bahu membahu melawan penjajah,” kata Effendi.
Pangdam menjelaskan bagi TNI AD Jenderal Sudirman merupakan sosok yang penting dan menjadi inspirator karena perjuangan dan kegigihannya dalam melawan penjajah. “Tanpa Jenderal Sudirman, maka tidak ada TNI seperti sekarang ini,” katanya.
Untuk diketahui, Jenderal Sudirman menjalankan siasat perang gerilya selama delapan bulan dari akhir 1948 sampai 10 Juli 1949. Selama perjuangan, Jenderal Sudirman terus berpindah-pindah tempat hingga akhirnya kembali ke Kota Jogja. Perlawanan ini ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corps bagi TNI, sehingga saat akan lulus dari akademi militer harus menjalani napak tilas rute yang dilalui Jenderal Soedirman.
“Untuk peringatan hari juang sendiri mengacu pada peristiwa Palagan Ambarawa yang terjadi pada 20 Oktober-15 Desember 1945. Pada saat itu para pejuang berhasil mengusir penjajah dan momen itu dijadikan sebagai peringatan Hari Juang TNI AD,” katanya.
Tema peringatan tahun ini adalah TNI adalah Kita. Effendi pun berharap dengan tema ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat dan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita semua adalah TNI, baik itu masyarakat, polisi, angkatan laut hingga angkatan udara merupakan satu untuk NKRI,” katanya.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Noppy Laksana Armiyanto, mengatakan di Hari Juang Kartika TNI AD ini digelar beberapa kegiatan. Selain bakti sosial dan pemberian cek kesehatan, juga dilakukan offroad untuk pencinta mobil trabas dan motor trail. “Untuk bakti sosial dilakukan dengan memberikan 2.500 paket sembako. Kami bersyukur acara peringatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.