Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
TPR Induk Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, BANTUL--Kawasan Pantai Parangtritis masih menjadi magnet bagi wisatawan dalam untuk menikmati liburan, termasuk pada momen liburan Natal dan Tahun Baru 2020 ini. Terbukti, sepanjang Selasa (24/12/2019) hingga Rabu (25/12/2019) pagi, pantai yang ada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul ini sudah dikunjungi lebih dari 20.000 wisatawan.
“[Jumlah pengunjung] Mencapai 23.950 orang. Angka itu tercatat dari [Selasa] pukul 06.00 WIB sampai pagi hari lagi [Rabu],” kata Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis, Rokhmad Ridwanto, Rabu.
Rokhmad mengatakan jumlah kunjungan tersebut meningkat berkali lipat dibanding pada hari biasa yang cuma kisaran 4.000-5.000 orang dalam sehari. Menurut dia, dalam liburan Natal ini pengunjung Parangtritis didominasi oleh wisatawan luar daerah, hal itu terlihat dari pelat nomor mobil yang masuk sebagian besar luar Bantul bahkan luar DIY.
Meningkatnya kunjungan ke Pantai Parangtritis juga terlihat dari ramainya kendaraan di sepanjang Jalan Parangtritis.
Dari pantauan Harianjogja.com pada Selasa sore hingga malam hari terlihat antrean kendaraan di sejumlah persimpangan terutama Simpang Tembi, Simpang Manding dan Simpang Bakulan, bahkan petugas terpaksa harus mendahulukan kendaraan arus balik lebih lama untuk melintas meski lampu APILL menyala merah.
Puncak Sosok
Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya di Parangtritis, namun di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh masyarakat juga sudah meningkat. Salah satunya adalah Puncak Sosok.
Objek wisata di Bawuran, Pleret itu mencatat sudah lebih dari 2.000 orang yang berkunjung dalam dua hari terakhir ini, “Kalau biasanya hanya 600an wisatawan dalam sehari,” kata Pengelola Puncak Sosok, Rudi Haranto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.