RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Wisatawan sedang menikmati liburan di lawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (28/12/2019) sore. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Parwisata (Dispar) Bantul mengklaim lebih dari lima juta orang berkunjung ke sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Bantul sepanjang 2019. Jumlah wisatawan tersebut akumulasi dari objek wisata beretribusi yang dikelola Pemkab Bantul dan objek wisata yang dikelola masyarakat seperti desa wisata.
Dari objek wisata beretribusi yang tercatat di Dispar Bantul sampai 31 Desember lalu sebanyak 3.380.335 orang dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp31,7 miliar.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan jumlah kunjungan wisatawan dan perolehan PAD tersebut melebihi target. “Sebelumnya kami menargetkan PAD Rp28,2 miliar,” kata Kwintarto, di Kantor Dispar Bantul, Kamis (2/1/2020).
Menurut Kwintarto kunjungan wisata beretribusi masih didominasi di Pantai Parangtritis yang mencapai 2.796.934 orang. Kemudian diikuti pantai wilayah barat dari Pantai Samas sampai Pantai Pandansimo sebanyak 537.873 orang, Gua Selarong sebanyak 38.700 orang, dan Gua Cerme 6.828 orang.
Bahkan selama libur Natal dan Tahun Baru 2020, khusus Parangtritis-Depok jumlah pengunjung hampir mencapai 100.000 orang. “Dari semua objek wisata beretribusi hanya Gua Cerme yang jumlah pengunjungnya menurun, dari tahun lalu sebanyak 7.924 orang, tahun ini hanya 6.828 orang,” ujar mantan Camat Sewon itu.
Sedangkan Gua Selarong, meski tidak terlalu banyak, namun ada peningkatan dari tahun lalu sebanyak 37.847 orang menjadi 38.700 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.