Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Para petani di Desa Trirenggo, Bantul, sedang memanen padi, Rabu (4/4/2018). /Harian Jogja- Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyakit leptospirosis, karena penyakit yang disebabkan bakteri leptospira itu menjadi salah satu ancaman kesehatan di musim hujan.
Kepala Dinas Kesehatan, Agus Budi Raharjo mengatakan penyakit leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan dari kencing tikus dan hewan lainnya. Biasanya bakteri tersebut menyebar dari genangan air yang kotor, terlebih saat musim hujan, kemudian masuk melalui selaput lendir, mata, hidung, atau salah satu luka dalam tubuh, bahkan luka yang tidak diketahui.
“Bagi yang bekerjanya bersentuhan dengan lingkungan yang kotor harus diwaspadai supaya tidak jadi leptospirosis, kalau kerja di sawah misalnya ya harus pakai pelindung diri, seperti sarung tangan atau sepatu bot,” kata Agus di Dinas Kesehatan Bantul, Senin (6/1/2020).
Jika sudah terkena bakteri leptospira maka harus segera mendapatkan pengobatan. Agus menyebut beberapa dekteksi klinis leptospirosis di antaranya adalah panas tinggi mendadak, nyeri otot, dan hilang nafsu makan. Jika terjadi tanda-tanda tersebut, terlebih bekerjanya bersentuhan dengan air yang kotor, pihaknya meminta masyarakat untuk membaha ke Puskesmas.
Dinas Kesehatan, kata dia, sudah menyediakan alat deteksi dini leptospirosis di semua Puskesmas sehingga semakin cepat tertangani akan meminimalisir korban jiwa akibat leptospirosis. Lebih lanjut Agus mengatakan penyakit leptospirosis bisa dicegah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, membiasakan mencuci tangan setelah beraktifitas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Tri Wahyu Joko Santosa mengatakan awal 2020 ini belum menerima adanya laporan warga yang terkena leptospirosis, namun selama 2019 lalu terdapat 67 kasus leptospirosis di Bantul. Satu kasus di antaranya meninggal dunia, “Yang meninggal dunia itu warga Pandak, pekerjaannya buruh,” kata Tri Wahyu Joko Santoso.
Pria yang akrab disapa Dokter Oky tersebut menyatakan data leptospirosis 2019 tersebut lebih sedikit atau menurun dibanding 2018 lalu yang mencapai 96 kasus selama setahun dan satu kasus meninggal dunia.
Oky berujar dari data yang masuk rata-rata korban yang terkena leptospirosis adalah warga yang bekerjanya bersinggungan dengan air, seperti petani, pengembala, pemancing, pemotong tebu dan penambang pasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Harga emas Antam naik Rp18.000 menjadi Rp2.768.000 per gram. Simak harga lengkap 0,5 gram hingga 1.000 gram dan ketentuan pajaknya.
Manchester City dikabarkan sepakat merekrut Allan Elias dari Palmeiras dengan nilai 40 juta euro atau sekitar Rp828 miliar.
Kemenhut menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan setelah karhutla membakar 1.511,55 hektare areal kelolaan di Kalimantan.
Jepang diproyeksikan membutuhkan 820.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Pemkab Magelang mendorong SDM lokal meningkatkan kompetensi.
AS mengusulkan biaya pengajuan visa kerja H-1B sebesar 103.265 dolar AS atau sekitar Rp1,82 miliar, di luar biaya lainnya.