BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi EWS yang terpasang di samping Sungai Gendol, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Tak hanya peranti sistem peringatan dini (EWS) di lereng Merapi yang hilang lantaran dicuri, satu unit EWS tanah longsor pun bernasib sama. Padahal musim hujan yang sudah di depan mata berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, salah satunya tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan mengatakan satu unit EWS tanah longsor yang hilang tersebut berada di Kecamatan Prambanan. Total, kata dia, ada tiga EWS tanah longsor yang dipasang oleh BPBD Sleman, sedangkan lainnya dipasang oleh BPBD DIY. “Total [EWS tanah longsor] yang kami pasang ada tiga, satu unit hilang dicuri orang. Kalau yang dipasang BPBD DIY ada 30 unit,” ucap dia, Jumat (15/11/2019)
Padahal untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi, keberadaan EWS tersebut terbilang vital. Peranti yang disebut dengan ekstensometer itu bisa mendeteksi secara dini pergerakan tanah yang nantinya akan memicu bunyi sirine.
Dia menjelaskan potensi longsor ada di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman dengan tingkat elevasi dan kemiringan curam. Beberapa kecamatan yang mempunyai potensi longsor cukup tinggi dibanding wilayah lain di Sleman antara lain Kecamatan Prambanan, Pakem, dan Cangkringan.
Selain potensi bencana longsor, pada musim hujan, bencana hidrometeorologi lainnya juga berpotensi terjadi. "Kalau berkaitan dengan angin kencang, masyarakat harus waspada, itu (angin kencang) semua wilayah mempunyai potensi sama. Kalau banjir karena drainase ada di wilayah perkotaan, seperti Depok dan Mlati," ujar Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.