Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Kepala Dusun Tleseh, Desa Karangawen, Kecamatan Girisubo, Tariyo (tengah), menunjukkan fenomena sinkhole yang muncul di salah satu ladang milik warga, Selasa (7/1/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena sinkhole atau tanah ambles berbentuk lingkaran kembali muncul di Desa Karanggawen, Kecamatan Girisubo, Setelah sebelumnya ditemukan di Dusun Karangawen, fenomena serupa juga terlihat di Dusun Tleseh, Desa Karangawen. Untuk keamanan, di sekitar lubang dipasangi garis polisi.
Kepala Dusun Tleseh, Tariyo, mengatakan keberadaan sinkhole diketahui Minggu (5/1/2020), namun baru dilaporkan ke petugas Polsek Girisubo Senin (6/1/2020). Titik lubang ini berada di area pertanian warga dengan diameter empat meter dan kedalaman enam meter. “Kemungkinan besar lubang terjadi akibat hujan yang turun beberapa waktu lalu,” kata Tariyo kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).
Untuk keamanan di sekitar lokasi dipasang garis polisi agar warga tidak mendekat ke sekitar lubang. “Takutnya lubang semakin luas dan bisa membahayakan warga yang berada di sekitar lokasi,” katanya.
Disinggung mengenai temuan sinkhole, Tariyo mengakui fenomena mulai terlihat setelah adanya Siklon Cempaka di akhir 2017. Saat itu ditemukan dua lubang sinkhole berada di lahan pertanian warga. “Saat ini muncul lagi,” katanya.
Bhabinkamtibmas Desa Karangawen, Bripka Eko Prasetyo, mengatakan jajarannya memasang garis polisi di sekitar sinkhole di Dusun Tleseh. Diharapka warga tidak mendekati area untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. “Dari pantauan lubang semakin membesar sehingga harus diberi garis pengaman,” katanya.
Menurut dia, sejak 2017 sudah ada lima temuan sinkhole di Desa Karangawen. Ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lubang. “Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, tak perlu mendekat ke lokasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.