Hujan Angin Terjang Berbah Sleman, Pohon Bertumbangan, Rumah Rusak, Baliho Ambruk
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Kepala Dusun Karangngawen Yuono menunjukan sinkhole yang berada di lahan pertanian di Dusun Karangawen, Karangawen, Girisubo, Gunungkidul, Senin (6/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tanah ambles membentuk lingkaran atau sinkhole kembali muncul di Gunungkidul. Tanah ambles terjadi di salah satu lahan di Dusun Karangawen, Karangawen, Girisubo.
Kepala Dusun Karangawen Yuono mengatakan sinkhole tersebut berdiameter sekitar tiga meter dengan kedalaman sekitar lima meter. Keberadaan lubang itu diketahui pertama kali oleh warga setempat, Rajiman, yang akan menggarap lahan pada Sabtu (4/1/2020).
“Rajiman akan menggarap lahan, tetapi saat sampai di ladang sudah ada lubang besar dengan kedalaman sekitar lima meter,” katanya kepada wartawan, Senin (6/1/2020).
Menurut dia, tidak ada yang mengetahui persis kejadian ini. Dia menduga sinkhole terbentuk akibat hujan deras yang mengguyur Karangawen pada Jumat (3/1/2019). “Memang ada hujan yang deras dan esok paginya warga sudah heboh dengan lubang itu,” kata dia.
Yuono mengatakan sinkhole di Karangawen tidak hanya sekali ini saja ditemukan. “Tahun lalu ada dua lubang yang muncul, tapi lokasinya berada di Dusun Gilangan dan Karangkidul,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan belum mendapatkan laporan kemunculan sinkhole di wilayah Kecamatan Girisubo. Namun, menurutnya ini bukan peristowa anek karena sering muncul pada saat musim hujan. “Lubang ini erat kaitannya dengan kawasan karts yang ada di Gunungkidul,” katanya.
Tahun lalu di Gunungkidul terdapat 32 sinkhole. Kecamatan Rongkop menjadi wilayah terbanyak dengan 18 sinkhole. Sisanya berada di Kecamatan Saptosari, Paliyan, dan Purwosari.
Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. BPBD melarang warga dilarang menimbun lubang dengan sampah karena dapat mencemari sungai bawah tanah. “Salurannya kemungkinan besar menuju ke sungai bawah tanah, jadi tidak boleh ditimbun sembarangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.