Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Puluhan warga kerja bakti membersihkan material tanah longsor yang merusak rumah milik Tarso di Dusun Kaliwuluh, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Kamis (16/1/2020).Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur Rabu (15/1/2020) sore memicu tanah longsor di Dusun Kaliwuluh, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun longsor menyebabkan rumah Tarso, 60, rusak berat akibat tertimbun material longsoran.
Pada Kamis (16/1/2020) pagi, puluhan warga bersama dengan BPBD Gunungkidul, aparat kepolisian, TNI dan tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bekerja bakti membersihkan material longsoran yang masuk ke rumah Tarso.
Pemilik rumah, Tarso, mengatakan tanah longsor yang menjebol tembok rumahnya bermula saat turun hujan deras pada Rabu sore. Sebelum kejadian ia tengah bekerja di lokasi tidak jauh dari rumah. Saat hujan Tarso pun pulang. Sesampainya di rumah ia mendegar suara gemuruh dari tebing yang ada di belakang rumah. “Setelah saya lihat ternyata batu dan tanah di tebing sudah longsor dan menimpa tembok rumah bagian belakang hingga jebol,” katanya kepada wartawan, Kamis.
Meski tembok rusak berat, Tarso mengaku masih beruntung. Pasalnya pada saat kejadian rumah tengah kosong sehingga tidak ada korban. “Istri saya sedang arisan, sedang anak dan cucu saya bermain di rumah anak saya yang lainnya,” katanya.
Akibat kejadian ini, Tarso mengaku bingung karena rumah yang ditinggali rusak. Untuk sementara waktu dia tinggal di rumah anaknya yang tidak terkena longsoran. “Kalau harus pindah tidak punya lokasi lain. Saya sebenarnya punya sawah, tapi itu untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari,” katanya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa Jurangjero, Sriyanto, mengatakan longsor masih menjadi ancaman karena di sekitar lokasi masuk daerah yang rawan. Terlebih hujan masih turun sehingga tingkat kerawanan masih tinggi.
Menurut dia, untuk penanganan longsor dilakukan secara manual. Guna mempercepat penanganan, jajarannya berencana penggunaan alat berat untuk pembersihan material longsoran. “Mudah-mudahan cepat selesai dan longsor tidak semakin parah,” kata Sriyanto.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya menerjunkan personel dan peralatan untuk membantu penangan tanah longsor di Desa Jurangjero. “Kami juga memberikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan selama kerja bakti berlangsung,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.