Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Pengisian Pangkalan Data Sekolah Siswa (PDSS) sebagai syarat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMNPTN) 2020 sudah dimulai sejak Rabu (15/1) lalu.
Wakil Ketua II Lembaga Tes Masuk Peguruan Tinggi (LTMPT), Sutrisna Wibawa, mengatakan dalam mengisi PDSS, siswa dan otoritas sekolah sebaiknya tidak mengisi di hari-hari akhir jelang penutupan atau di waktu yang mepet. "Sebaiknya mengisi sebelum 8 Februari 2020 pukul 23.59 WIB [waktu penutupan]," katanya, Jumat (17/1/2020).
Menurut Rektor UNY itu, jika siswa dan sekolah mengisi PDSS lebih awal maka pelayanan yang diberikan LTMPT bisa maksimal.
Apabila banyak sekolah mengisi PDSS pada hari-hari akhir atau di waktu mepet jelang penutupan, dikhawatirkan sistem pengisian secara daring itu bisa eror karena beban terlalu menumpuk di satu waktu.
"Dampak yang kami antisipasi ialah website-nya bisa eror kalau banyak yang akses [laman pendaftaran]," jelasnya.
Ihwal kemungkinan siswa dan sekolah yang sengaja memalsukan data nilai menurutnya akan ada sanksi. "Kami akan bersikap tegas bagi yang memalsukan. Walau sudah diterima [lolos SNMPTN] akan dikeluarkan," kata dia.
LTMPT meminta sekolah dan siswa untuk jujur dalam mengisi PDSS. Guna mengantisipasi pemalsuan nilai, LTMPT punya tim verifikator. Tim ini akan memverifikasi nilai-nilai yang sudah dimasukkan ke dalam PDSS.
Dalam pengisian PDSS lanjut dia, otoritas sekolah bisa mengecek Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) di laman PDSS dan perlu memastikan NPSN beserta data tentang sekolah sudah benar dan terverifikasi di Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.