Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi bayi. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Bayi perempuan yang ditemukan di pinggir Jalan Tegalsari Raya, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Senin (20/1/2020) lalu diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Rabu (22/1/2020).
Sekretaris Dinsos Sleman Epiphana Kristiyani menjelaskan bayi yang telah diberi nama Cantika Putri Winingsih oleh Camat dan Kapolsek Ngemplak tersebut sesuai dengan regulasi yang ada akan diserahkan pada Dinsos DIY. Selanjutnya, Dinsos DIY akan menunjuk lembaga untuk merawat bayi tersebut selama proses adopsi. “Camat dan Kapolsek Ngemplak berharap Dinsos menunjuk Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Bimomartani, Ngemplak untuk merawat bayi ini sampai diadopsi agar lebih dekat untuk memantau perkembangannya,” ujar Ephipana, Rabu.
Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Ia mengatakan jika ada yang berminat untuk mengadopsi bisa menghubungi Dinsos DIY. “Syarat-syarat diantaranya meliputi pemeriksaan kesehatan lengkap, menyerahkan surat permohonan untuk mengadopsi, serta melengkapi administrasi seperti KTP dan KK.
Kepala Puskesmas Ngemplak I Seruni Anggreni Susila menuturkan bahwa bayi yang ditemukan tersebut kemudian dirawat di Puskesmas Ngemplak I. Saat ditemukan kondisi bayi sehat meskipun sedikit hipotermia (kedinginan). Ia memperkirakan usia sang bayi kemungkinan baru beberapa jam saja karena dilihat dari tali pusarnya masih terdapat darah.
Selama dirawat di Puskesmas Ngemplak I, bayi tersebut diakui Seruni tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal. “Dokter kami, dokter Nurul dan Kiki kebetulan juga memiliki bayi perempuan dan mereka juga memberikan ASI-nya untuk bayi ini sehingga mendapat nutrisi yang maksimal,” ujar dia.
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi menjelaskan bahwa bayi yang diperkirakan berumur tiga hari tersebut saat ditemukan warga setempat dalam keadaan normal dan sehat.
Secara fisik, bayi itu memiliki panjang 46 sentimeter dan berat badan 2,5 kilogram. Bayi malang tersebut saat ditemukan memakai selimut warna merah, putih dan hitam kemudian dimasukan dalam kardus mie instan. Kemudian oleh pelaku, bayi diletakan di pinggir jalan tak jauh dari permukiman warga. “Kasus ini masih dalam proses penanganan kami. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak ketidakpahaman masyarakat serta tumbuh kembang anak di masa yang akan datang, akan kami serahkan pada Dinsos Sleman,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.