Polda DIY: Klithih Berpengaruh terhadap Perekonomian Warga

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Yuliyanto saat berbincang di Radio Star Jogja, Rabu (22/1 - 2020).
22 Januari 2020 15:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Aksi klithih yang belakangan ini marak terjadi di Jogja, tidak hanya membawa dampak buruk bagi keamananan tetapi juga roda perekonomian masyarakat.

Dari sisi keamanan, masyarakat menjadi merasa terancam saat harus keluar malam karena aksi kejahatan jalanan tersebut juga banyak merenggut korban jiwa.

Sementara pada sisi perekonomian, masyarakat luar kota yang berencana untuk berwisata ke Jogja, akhirnya membatalkan niatnya karena takut dengan peristiwa klithih tersebut. Sektor pariwisata dan ekonomi warga yang seharusnya bisa berputar harus tersendat.

"Demikian pula dengan pendidikan. Orang tua yang ingin sekolahkan anak di Jogja, bisa mengurungkan niatnya karena musim klithih," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Yuliyanto saat berbincang di Radio Star Jogja, Rabu (22/1/2020).

Beredarnya informasi klithih baik melalui media sosial maupun media massa sangat berpengaruh pada kunjungan masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk memerangi aksi klithih agar suasana Jogja kondusif.

Yuliyanto mengakui polisi sudah ambil bagian dalam memberantas aksi jalanan ini, seperti memperbanyak personil patroli malam. "Setidaknya kita ingin mengurangi kenyamanan anak-anak nongkrong karena di situ [patroli malam] kita juga periksa saku, isi jaket, jok motor, siapa tahu menyimpan barang terlarang," tuturnya.

Namun, menurutnya lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal remaja seperti RT dan RW juga harus ikut berperan.

"Misalnya ketua RT dan RW ini kalau malam keliling ke rumah-rumah saat jam belajar masyarakat untuk mengecek remaja belajar tidak. Ini meminimalisir anak-anak keluyuran malam hari yang berpotensi jadi pelaku atau korban klithih," tutur Yuliyanto.