180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Silaturahmi Koalisi Kebangsaan dengan pengurus PAC Muhamadiyah Sleman, Rabu (22/1/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah mulai kedatangan tamu dari partai-partai. Selain sharing gagasan, langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan pemimpin yang layak diusung menjelang Pilkada Sleman September 2020 mendatang.
Rombongan dari Koalisi Kebangsaan misalnya, mendatangi Kantor PAC Muhammadiyah Sleman untuk bertukar gagasan terkait kriteria pemimpin masa depan yang dibutuhkan Sleman. Sebelumnya, koalisi ini juga menjajaki dialog dengan PCNU Sleman.
"Kami menyamakan persepsi terkait calon bupati yang layak diusung pada Pilkada September mendatang. Kami komitmen untuk mencari kriteria pemimpin yang soleh, berwawasan kebangsaan, visioner dan berintegritas," kata Wakil Ketua Koalisi Kebangsaan Dzit Haironi usai bertemu dengan pengurus PAC Muhamadiyah Sleman, Rabu (22/1/2020).
Dijelaskan Ketua DPC Partai Hanura Sleman ini, Sleman ke depan membutuhkan sosok bupati yang bisa mengayomi semua. Tidak hanya mengayomi kelompok tertentu tetapi semua kelompok.
Hal itu menjadi komitmen Koalisi Kebangsaan sebelum mendukung sosok yang pantas didukung. "Kami menyamakan persepsi pemimpin masa depan, menyamakan tekad. Tidak membedakan apakah NU atau Muhammadiyah, Muslim atau Kristen," katanya.
Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Achmad Afandi mengatakan selain Koalisi Kebangsaan sejumlah bakal calon bupati yang akan maju sudah bertemu dengan pengurus Muhammadiyah. Selain meminta dukungan politik, mereka juga datang untuk sharing gagasan terkait pemimpin yang layak memimpin Sleman ke depan.
"Pada prinsipnya, kami terbuka dengan siapa saja yang datang. Semua kami terima. Tetapi perlu diingat kami bukan partai politik sehingga secara kelembagaan tidak akan ikut terlibat mendukung calon atau partai tertentu," katanya usai menerima kunjungan Koalisi Kebangsaan.
Saat ini, Muhammadiyah masih menyusun kriteria calon bupati yang pantas untuk menduduki kursi nomor satu di Sleman itu. Setelah kriteria calon disepakati, maka masing-masing bakal calon akan digodok secara matang. "Apakah si calon masuk dalam kriteria calon yang layak atau tidak [didukung] kami akan membahas secara detail sesuai kriteria," katanya.
Dia mengaku sudah ada dua bakal calon bupati yang sudah mendatangi PAC Muhammadiyah. Selain itu, terdapat dua koalisi partai yang juga mendatangi kantor tersebut. Afandi mengaku mendukung langkah yang dilakukan Koalisi Kebangsaan untuk mendukung lahirnya pemimpin yang berintegritas untuk menyejahterakan masyarakat Sleman.
"Siapapun, termasuk kader Muhammadiyah, yang masuk kriteria Muhammadiyah tentu akan didukung. Dan itu pun harus menandatangani pakta integritas dengan Muhammadiyah," katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Tim 9 PCNU Sleman, Waljiono mengatakan pihaknya masih tengah merumuskan kriteria calon yang layak diusung menjadi Bupati Sleman. Hanya saja, seperti halnya Muhammadiyah, NU juga bukan partai politik.
"Tim masih terus menggodok calon bupati yang masuk kriteria dan layak didukung. Sudah ada komunikasi yang dilakukan calon yang dinilai layak maju, tetapi kami juga belum bisa menentukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.