Desain Jalan Tol di Monjali Belum Pasti, Jadwal Sosialisasi Proyek Tol Jogja Berubah

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
22 Januari 2020 07:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sosialisasi pembangunan tol Jogja – Solo yang sedianya akan dilakukan secara berderet dari timur ke barat wilayah terdampak terpaksa harus melompat dengan melewatkan warga terdampak di sepanjang ringroad. Keputusan itu diambil karena perubahan desain tol untuk kawasan Monjali hingga saat ini belum turun dari Pemerintah Pusat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait dengan perkembangan perubahan desain untuk kawasan Monjali. Revisi itu masih berproses di pusat. Molornya waktu diperkirakan karena banyak faktor yang menjadi pertimbangan terutama estetika bangunan yang akan berfungsi hingga puluhan tahun. “Pemerintah pusat biasanya memberi info setelah sudah jadi baru kami disuruh gerak, kalau belum jadi ya belum ada info apa-apa, sifatnya sangat dinamis,” katanya Selasa (21/1/2020).

Karena revisi desain belum terselesaikan, ia mengakui berdampak pada belum bisa dilakukan sosialisasi kepada warga terdampak untuk terutama untuk kawasan Depok atau sepanjang ringroad utara. Pada awalnya tim akan melanjutnya sosialisasi terus mengarah ke barat setelah tuntas di Purwomartani, Kalasan, Sleman kemudian menuju Depok.

“Depok belum [dilakukan sosialisasi, [karena] terkait dengan Monjali, gambar belum keluar khawatirnya ada dampak atau bagaimana. [Sosialisasi dilanjutkan ke]Yang sudah pasti [gambar desainnya] dulu. Iya [dilompari] biar aman tidak dua kali kerja,,” katanya.

Ia menambahkan, sosialisasi yang sudah berjalan sudah mencapai lima desa antara lain Bokoharjo, Selomartani, Tamanmartani, Tirtomartani dan Purwomartani. Karena kawasan ringroad Depok masih menunggu revisi desain, maka akan dilanjutkan ke Tirtoadi, Mlati, Sleman

“Lanjut ke Tirtoadi dan Tlogoadi yang at grade, di Tirtoadi nanti ada pertigaan yang menghubungkan beberapa ruas seperti Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan YIA. At grade-nya sekitar satu kilometer,” ujarnya.

Agar perkembangan menuju penetapan lokasi bisa tepat waktu, kemungkinan konsultasi publik akan dilakukan pada desa yang sosialisasinya telah selesai dilaksanakan sembari menunggu revisi desain. Mengingat konsultasi publik menjadi salah satu syarat izin penetapan lokasi dari Gubernur DIY bisa diterbitkan

“Nanti tergantung tim persiapan juga, kalau misalnya ini kan dilewati, mau konsultasi publik di Bokoharjo dulu juga memungkinkan. Konsultasi publik ini lebih pada tatap muka dengan warga empat mata, secara garis besar itu, mungkin warga ada uneg-ubeg apa perlu disampaikan, kalau setuju nanati menandatangani persetujuan bahwa tanahnya mau dilewati jalan tol,” katanya.