Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Foto ilustrasi. /Antaranews
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman akan menambah jumlah cermin cembung di sejumlah titik. Penambahan rambu lalu lintas tersebut akan difokuskan di titik-titik rawan kecelakaan.
Kepala Dishub Sleman, Mardiyana mengatakan pengadaan cermin cembung sebenarnya dilakukan setiap tahun. Selain inisiatif Dishub, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat agar persimpangan tertentu dilengkapi dengan cermin cembung.
"Tahun ini kami melelang pengadaan cermin cembung. Jumlahnya sekitar 60 unit. Saat ini masih dalam proses lelang," kata Mardiana kepada Harianjogja.com, Senin (27/1/2020).
Total anggaran yang disediakan untuk pengadaan cermin cembung tersebut sebesar Rp415 juta. Cermin ccembung tersebut, kata Mardiana memiliki fungsi yang cukup vital bagi pengguna jalan. "Salah satunya untuk menghindari terjadinya kecelakaan di persimpangan. Terutama di kampung-kampung," katanya.
Pemilihan lokasi untuk pemasangan cermin cembung, kata Mardiana, tidak dilakukan secara serampangan. Sebelum dipasang, Dishub sudah lebih dulu melakukan survei untuk menentukan perlu tidaknya persimpangan tersebut dipasang cermin cembung. "Jadi tidak setiap ada persimpangan langsung dipasang cermin cembung. Kami tentu lakukan survei lapangan," kata dia.
Setiap tahun pengadaan cermin cembung dilakukan antara 60-100 unit. Pengadaannya tergantung dari banyak tidaknya permintaan dari masyarakat. "Kami berharap dengan semakin bertambahnya rambu lalu lintas maka angka kecelakaan dapat semakin menurun," harapnya.
Dia berharap masyarakat ikut menjaga rambu dengan baik. Karena ada sebagian cermin cembung dan rambu lainnya yang dipasang kondisinya malah dicorat-coret. "Jadi kami berharap agar masyarakat ikut menjaga rambu yang ada. Kalau rusak atau kotor nanti tidak sesuai dengan fungsinya," ujarnya.
Terpisah, Suherman warga Pokoh Wedomartani Kecamatan Ngemplak berharap setiap persimpangan jalan yang menghubungkan jalan kampung ke jalan raya dilengkapi dengan cermin cembung. Pasalnya, setiap hari jalan alternatif yang menghubungkan jalan Tajem ke Jalan Kakiurang tersebut ramai dengan kendaraan bermotor.
"Setiap persimpangan perlu dipasang cermin cembung. Setidaknya ada empat titik yang perlu dilengkapi cermin embung. Mudah-mudahan tahun ini dipasang cermin cembung," katanya.
Sayangnya, kata dia, tidak semua titik persimpangan dilengkapi dengan cermin cembung. Padahal cermin tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kecelakaan. "Soalnya jalan ini semakin lebar dan banyak dimanfaatkan oleh pengendara yang mau ke jalan Kaliurang atau jalan Magelang sebagai alternatif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Di Klaten ada Kampung Dolanan Sidowayah yang kini menghadirkan permainan tradisional, edukasi sains, siklus air, dan penjernihan air.
Sekitar 30 anak Magelang memamerkan 46 karya lukisan dalam Ruang Khayal Anak #1 di Loka Budaya hingga 27 Agustus 2026.
Hari pertama Cherrypop 2026 di Candi Prambanan menyatukan beragam genre, menghadirkan musisi “mitos”, pop Jawa, hingga musisi Jepang.
Studi terhadap hampir 67.000 wanita pascamenopause menemukan Planetary Health Diet dikaitkan dengan risiko kardiovaskular 28% lebih rendah.
Vivo V70 Lite 4G dikabarkan hadir dengan baterai 8.100mAh, pengisian 44W, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 50MP.