Tergusur Tol Jogja-Solo, Perempatan Monjali Resmi Akan Hilang, Lalu Lintas Utara-Selatan Harus Memutar

Ilustrasi jalan tol - JIBI/Bisnis.com/M. Ferri Setiawan
09 Januari 2020 17:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perubahan desain Tol Jogja-Solo di Simpang Empat Monjali dari melayang (elevated) menjadi at grade atau seperti jalan darat akan menghilangkan perempatan di kawasan tersebut. Jalur dari arah utara dan selatan Jalan Monjali akan memutar, persimpangan ini menjadi tanpa lampu bangjo.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan desain at grade untuk tol Jogja-Solo di kawasan Monjali sudah disepakati Pemda DIY dengan Pemerintah Pusat. Simpang Empat Monjali termasuk sumbu imajiner sehingga jalan tol tak boleh dibuat melayang.

Jelak tidak ada lagi Simpang Empat Monjali lantaran tertutup jalan.

“Enggak mungkin jalan tol ada perempatan,” katanya di Kepatihan, Kamis (9/1/2020)

Agar arus lalu lintas di sepanjang Jalan Monjali tidak terputus, jalur putaran di sisi barat dan timur Ring Road Monjali akan dibuat. Titik putaran itu akan berada di bawah tol yang melayang. Arus lalu lintas dari arah selatan menuju ke utara harus berbelok ke barat lebih dahulu melewati bawah tol kemudian kembali ke timur menuju Jalan Monjali. Sementara, rus dari utara yang akan menuju ke selatan Jalan Monjali akan berbelok ke timur terlebih dahulu sebelum berputar ke barat dan menuju selatan.

Dengan demikian tidak ada lagi lampu bangjo di kawasan tersebut. Titik putar balik tentu tidak sampai ke persimpangan lain di sisi barat maupun timur Ring Road.

“Di sisi barat ada putaran di bawah tol, sebelum [konstruksi tol] turun di sisi timur juga ada putaran. Nanti arus dari selatan yang mau ke utara belok ke barat kemudian berputar, kalau yang dari utara ke selatan belok ke timur kemudian putar balik,” ujar Baskara Aji.

Aji mengatakan ketiadaan bangjo di kawasan itu akan membuat arus lalu lintas semakin lancar. Pengendara tidak harus antre selama beberapa kali lampu bangjo menyala merah untuk bisa terlepas dari persimpangan.

“Kalau sekarang antrenya bisa berhenti lima kali [lampu bangjo], besok [kalau sudah ada tol] tidak perlu berhenti lagi. Fungsinya kan di situ, pengaturan lalu lintas itu supaya tidak ada kemacetan,” ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto mengatakan revisi desain Tol Jogja-Solo ruas Monjali saat ini masih digodok oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Satker belum dapat memastikan kapan revisi itu akan selesai.  

Sebelumnya Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengusulkan perubahan desain Tol Jogja-Solo di Monjali agar tidak dibangun melayang karena Jalan Monjali merupakan Sumbu Imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Kraton Jogja, dan Pantai Selatan. Sultan tak mempersoalkan penggunaan Ring Road untuk jalan tol demi menyelamatkan estetika garis imajiner.