Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 20 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis.com-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Perubahan desain Tol Jogja-Solo di Simpang Empat Monjali dari melayang (elevated) menjadi at grade atau seperti jalan darat akan menghilangkan perempatan di kawasan tersebut. Jalur dari arah utara dan selatan Jalan Monjali akan memutar, persimpangan ini menjadi tanpa lampu bangjo.
Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan desain at grade untuk tol Jogja-Solo di kawasan Monjali sudah disepakati Pemda DIY dengan Pemerintah Pusat. Simpang Empat Monjali termasuk sumbu imajiner sehingga jalan tol tak boleh dibuat melayang.
Jelak tidak ada lagi Simpang Empat Monjali lantaran tertutup jalan.
“Enggak mungkin jalan tol ada perempatan,” katanya di Kepatihan, Kamis (9/1/2020)
Agar arus lalu lintas di sepanjang Jalan Monjali tidak terputus, jalur putaran di sisi barat dan timur Ring Road Monjali akan dibuat. Titik putaran itu akan berada di bawah tol yang melayang. Arus lalu lintas dari arah selatan menuju ke utara harus berbelok ke barat lebih dahulu melewati bawah tol kemudian kembali ke timur menuju Jalan Monjali. Sementara, rus dari utara yang akan menuju ke selatan Jalan Monjali akan berbelok ke timur terlebih dahulu sebelum berputar ke barat dan menuju selatan.
Dengan demikian tidak ada lagi lampu bangjo di kawasan tersebut. Titik putar balik tentu tidak sampai ke persimpangan lain di sisi barat maupun timur Ring Road.
“Di sisi barat ada putaran di bawah tol, sebelum [konstruksi tol] turun di sisi timur juga ada putaran. Nanti arus dari selatan yang mau ke utara belok ke barat kemudian berputar, kalau yang dari utara ke selatan belok ke timur kemudian putar balik,” ujar Baskara Aji.
Aji mengatakan ketiadaan bangjo di kawasan itu akan membuat arus lalu lintas semakin lancar. Pengendara tidak harus antre selama beberapa kali lampu bangjo menyala merah untuk bisa terlepas dari persimpangan.
“Kalau sekarang antrenya bisa berhenti lima kali [lampu bangjo], besok [kalau sudah ada tol] tidak perlu berhenti lagi. Fungsinya kan di situ, pengaturan lalu lintas itu supaya tidak ada kemacetan,” ucapnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto mengatakan revisi desain Tol Jogja-Solo ruas Monjali saat ini masih digodok oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Satker belum dapat memastikan kapan revisi itu akan selesai.
Sebelumnya Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengusulkan perubahan desain Tol Jogja-Solo di Monjali agar tidak dibangun melayang karena Jalan Monjali merupakan Sumbu Imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Kraton Jogja, dan Pantai Selatan. Sultan tak mempersoalkan penggunaan Ring Road untuk jalan tol demi menyelamatkan estetika garis imajiner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.