Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Seorang petani di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul, menunjukkan tanaman cabai miliknya yang mengering akibat serangan penyakit patek, Selasa (28/1/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal, Srigading, Sanden, Bantul, menyebut hampir semua tanaman cabai yang ada di wilayah pesisir selatan Bantul saat ini terserang penyakit patek atau Antraknosa. Para petani pun terpaksa mencabuti tanaman cabai dan membuangnya serta menggantinya dengan jenis tanaman lain.
Wakil Ketua Gapoktan Manunggal Gadingsari, Sunardi mengatakan penyakit patek yang menyerang tanaman cabai sebenarnya sudah terjadi sejak awal Januari lalu atau sejak musim hujan, namun akhir-akhir ini penyakit yang ditandai dengan bintik-bintik jamur di bagian buah cabai kemudian membusuk itu mulai meluas. “Penyakit patek sebenarnya bukan hanya menyerang tanaman cabai tapi semua tanaman. Kalau yang menyerang tanaman cabai ada sekitar 30 hektare [ha] di lahan pasir,” kata Sunardi, Selasa (28/1/2020).
Menurut Sunardi, tanaman cabai memang tidak cocok di musim hujan sehingga rawan terkena penyakit. Maka, tidak banyak petani yang menanam cabai dan sebagian besar sudah beralih ke tanaman padi. “Tanaman cabai yang ada saat ini merupakan tanaman sisa di musim kemarau atau tanaman Juli tahun lalu. Cabai yang ditanam juga cabai jenis keriting merah,” ucap dia.
Itulah sebabnya, meski puluhan hektare tanaman cabai saat ini terserang penyakit tidak terlalu merugi bagi petani, karena petani sudah memanen beberapa kali bahkan sempat merasakan harga mahal untuk beberapa kali panen.
Tanaman cabai yang ditaman mulai Juli itu sempat dipanen dengan harga Rp28.000 per kilogram. Harga tersebut merupakan harga tingkat petani. Harga cabai, kata dia, sempat anjlok hingga Rp9.000-Rp10.000 per kilogram, kemudian merangkak naik lagi sampai Rp38.000 per kilogram setelah banyak serangan patek.
Saat ini harga cabai keriting di tingkat petani dihargai Rp25.000-26.000 per kilogram. “Sebenarnya petani sudah untung banyak karena sudah 25 kali panenan. Yang terserang patek ini masih sekitar 7-8 kali panenan lagi,” kata Sunardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Amazon menghentikan sementara operasi dengan 21 Air setelah pesawat kargo kecelakaan di Miami yang menewaskan lima orang.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.