Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi Sekolah/Ist-Riauonline
Harianjogja.com, SLEMAN--Dunia pendidikan harus segera menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing agar mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Sumber daya manusia yang berdaya saing bisa dimulai dengan pembangunan karakter anak baik di sekolah maupun di rumah.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan lembaga pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdayasaing perlu memperhatikan hubungan individualis antara guru dan muridnya. “Saya menghimbau agar sekolah dijadikan tempat yang menyenangkan bagi siswa," katanya seusai peletakan batu pertama Yayasan Insan Utama Islamic Boarding School di Dusun Mancasan, Gamping, Kamis (30/1/2020).
Sekolah yang menyenangkan bisa tercipta, kata Muslimatun, manakala guru memiliki ikatan emosional dengan muridnya dan memahami setiap anak didiknya. Dengan begitu, katanya, murid bisa mengungkapkan apa yang menjadi kesulitannya.
Dengan mengintegrasikan pembelajaran yang mengedepankan penilaian kognitif, afektif, dan psykomotorik bagi para santrinya, diharapkan pondok tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat. "Tujuannya pesantren ikut dalam menstabilkan sistem pendidikan, mengurangi tingkat permasalahan bangsa dengan melahirkan lulusan yang berilmu, berbudi pekerti dan berwawasan global," kata Muslimatun.
Staf Humas Yayasan Insan Utama International Islamic Boarding School (UI-IIBS) Jogja Yulian Bayu Rini mengatakan di era milenial ini dunia pendidikan memang dituntut mampu melahirkan pribadi yang berfikir kritis, memecahkan masalah, memiliki keterampilan berkolaborasi dan berkomunikasi yang baik. "Pesantren juga bisa melahirkan pribadi yang juga selalu berkreasi dan berinovasi serta memiliki keahlian dalam teknologi informasi dan komunikasi," katanya.
Di pondok pesantren (ponpes), santri menerima model pendidikan berkonsep 3 in 1 untuk melahirkan generasi yang unggul, takwa dan mandiri. Santri ditekankan pada tahfiz Al-Qur’an. “Juga ada bahasa asing [Arab dan Inggris] serta penanaman budi pekerti,” imbuh Yulian.
Direktur World Assembly of Muslim Youth (WAMY) Indonesia atau Himpunan Pemuda Islam Internasional Aang Suandi yang menjadi fasilitator pembangunan ponpes tersebut mengatakan total terdapat 700 masjid dan ponpes di Indonesia yang bekerjasama dengan WAMY. "Bulan ini ada tiga ponpes yang dibangun baik di Bantul maupun di Sleman," katanya.
WAMY katanya, bekerja sama dengan yayasan atau lembaga pendidikan yang konsen pada pembangunan generasi muda. Terkaitdengan kurikulum, WAMY menyerahkan sepenuhnya kepada yayasan atau lembaga yang bekerja sama dengan WAMY. "Tentu sesuai dengan visi misi WAMY dengan lembaga tersebut. Yakni membina generasi muda yang punya integritas, kesalehan dan memiliki skill," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.