RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Fitria Sisca Dewi menunjukan foto adiknya Odi Risnanda semasa hidup melalui telepon selularnya di rumah duka Dusun Ngimbang, RT02, Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (1/2/2020). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-- Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Bantul, Iptu Maryono mengatakan sampai Sabtu (1/2/2020) siang pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan di Jalan Samas Bantul yang diduga melibatkan mobil milik BPBD Bantul pada Rabu (29/1/2020).
Dua korban yang merupakan pengendara sepeda motor meninggal dunia, yakni Odi Risnanda, 29 dan anaknya Mohammad Arfan Abian, balita berusa 3,5 tahun.
Maryono mengaku sudah menggali keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian yakni di Jalan Samas, tepatnya di Dusun Tempel, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, termasuk pihak-pihak yang berada di lokasi, salah satunya pengemudi pikap milik BPBD Bantul. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan dan masih butuh keterangan saksi tambahan.
Terkait informasi keterlibatan pikap BPBD, kata Maryono, memang ada saksi yang bilang bahwa korban jatuh setelah melintas pikap BPBD, namun saksi tersebut tidak menyaksikan langsung adanya benturan antara kendaraan milik BPBD dengan sepeda motor korban.
“Saksi hanya berasumsi bahwa mobil BPBD yang menyenggol motor,” kata dia. Mobil BPBD bernomor polisi AB 8117 UB itu berhenti karena ingin menolong korban.
Pihaknya juga tengah mendalami goresan di mobil BPBD. Maryono menyatakan polisi hanya butuh bukti kuat penyebab kecelakaan dan tidak melihat siapa yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar perkara untuk membuktikan penyebab kecelakaan. “Kami cuma ingin mengetahui fakta sebenarnya,” ujar dia.
Sebelumnya dari BPBD Bantul sudah membantah keterlibatan kendaraan orange dalam kecelakaan yang menewaskan bapak dan anak tersebut. “Itu [pikap] berhenti karena mau menolong, tapi ada saksi bilang korban terkapar setelah lewat mobil orange sehingga saksi berasumsi yang menyenggol adalah mobil orange,” kata Komandan Satgas PBK BPBD Bantul, Muhammad Kamdani.
Kamdani mengaku sudah menanyakan langsung pada pengemudi Pikap dan tidak merasa menyenggol motor. Namun demikian ia menyerahkan kasus tersebut pada kepolisian. Pihaknya juga mengaku sudah memberikan keterangan pada polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.