OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO--Ornamen yang menghiasi Yogyakarta International Airport (YIA) sangat kental dengan budaya Jogja.
PT Angkasa Pura I menghiasi Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo, dengan berbagai ornamen dan karya seni yang mengangkat budaya lokal masyarakat setempat.
Direktur PT Angkasa Pura I Faik Fahmi di Kulonprogo, Sabtu (1/2/2020), mengatakan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta sangat memperhatikan unsur kearifan lokal yang direpresentasikan melalui berbagai karya seni yang terpampang di beberapa titik di area terminal dan sisi darat.
"Selain untuk memperindah area bandara, berbagai karya seni tersebut berfungsi sebagai media apresiasi terhadap nilai budaya lokal dan masyarakat desa yang wilayahnya digunakan untuk dibangun menjadi Bandara Internasional Yogyakarta," kata Faik.
Ia mengatakan terdapat kurang lebih 15 karya seni yang menghiasi beberapa titik Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di mana llma karya seni dinamai dengan lima nama desa yang wilayahnya digunakan untuk YIA yaitu Sindutan, Palihan, Kebonrejo, Jangkaran, dan Glagah.
Selanjutnya, 10 karya seni sisanya yaitu Patung Hamemayu Hayuningrat di area gerbang masuk YIA, Patung Bedhaya Kinjeng Wesi di area terminal keberangkatan, pop-up relief "Jogja on the Move", Patung Among Bocah di area terminal, Patung Tetanduran yang membungkus pilar-pilar terminal.
Kemudian relief craft yang berada pada sebagian dinding terminal, pop-up relief "Among Tamu Dagang Layar", Lawang Papat yang menempel pada sebagian dinding terminal, Semar Tinandu yang mengemas signage YIA di gerbang masuk bandara, serta Bale Kambang, yaitu gazebo yang terletak di dua sisi area bandara.
"Saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Karya seni tersebut akan membuat Bandara Internasional Yogyakarta telihat megah dengan kearifan lokalnya," katanya.
Faik juga mengatakan bahwa progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta ditargetkan tuntas 100 persen pada awal Maret 2020.
"Bandara Internasional Yogyakarta akan beroperasi secara penuh pada 29 Maret 2020 mendatang. Seluruh penerbangan di Bandara Adisutjipto akan dialihkan ke Kulon Progo kecuali penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal yang menggunakan pesawat propeler serta penerbangan VIP dan general aviation,” kata Faik.
Ia mengatakan operasional Bandara Internasional Yogyakarta nantinya akan menjadi 24 jam dari sebelumnya hanya beroperasi 12 jam dari 06.00 - 18.00 WIB. Sementara jam operasi Bandara Adisutjipto Yogyakarta berubah dari sebelumnya 05.00 - 21.00 WIB, menjadi 05.00 - 18.00 WIB.
"Bandara Internasional Yogyakarta nantinya juga didukung aksesibilitas multimoda seperti jalan tol dan kereta bandara yang akan terhubung langsung dengan bandara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M