Purbaya Pastikan MBG dan Alutsista Tak Membebani APBN
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Ilustrasi buaya./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berencana merehabilitasi buaya muara yang ditemukan di aliran Sungai Progo, Rabu (5/2/2020) kemarin. Buaya tersebut ditemukan di bawah Jembatan Ngapak, Moyudan, Sleman.
Koordinator polisi hutan, BKSDA Yogyakarta, Uut Budiarto mengungkapkan bahwa buaya sepanjang 1,5 meter itu akan direhabilitasi sementara hingga buaya ini tersebut benar-benar siap untuk dilepasliarkan.
Untuk sementara waktu, buaya itu akan dititipkan di Yayasan Konservasi Alam Gembiraloka atau di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). “Kalau kondisinya sepertinya sehat, tetapi ini harus direhabilitasi sebelum nanti siap dilepasliarkan kembali,” ucapnya.
Uut menerangkan, jika dilihat dari kondisi fisiknya buaya itu merupakan jenis buaya muara. “Kalau jenisnya ini buaya muara, tetapi berapa usia dan jenis kelaminnya nanti harus diperiksa oleh dokter,” kata dia.
Buaya muara lanjut Uut, memang memiliki habitat di Sungai Progo. Namun selama ini belum pernah ditemukan adanya buaya di aliran sungai terbesar di DIY ini. Sehingga BKSDA enggan memastikan, apakah buaya ini lepas, atau sengaja dilepas oleh pemiliknya. “Itu nanti tugas polisi yang akan melakukan penyelidikan,” ujar Uut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, buaya muara merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Masyarakat yang ingin memlihara harus mengajukan perijinan. Namun sejauh ini belum ada yang mengajukan izin pemeliharaan buaya.
Sementara itu, si penangkap buaya, Lukito mengatakan, saat ditangkap kondisi mulut buaya sudah dalam posisi diplester dengan menggunakan lakban. Begitu juga dengan kakinya juga terikat lakban, meski hampir lepas. “Mulutnya sudah dalam kondisi dilakban, kalau yang kaki sudah mau lepas,” ucap Lukito.
Dia menemukan buaya ini saat tengah memancing. Buaya tersebut berada di lumpur tepi sungai. Saat masuk ke air buaya itu dikejar dan ditangkapnya. Awalnya reptil buas itu sempat dikira biawak yang memang banyak ditemukan di Sungai Progo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.