Bajul Sepanjang 1,5 Meter Ditemukan di Pinggir Sungai Progo

Kapolsek Moyudan AKP Darban (dua dari kanan) saat menunjukkan buaya yang ditemukan oleh warga di aliran sungai Progo, Moyudan, Sleman, Rabu (5/2/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
05 Februari 2020 18:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seekor buaya ditemukan di pinggri Sungai Progo.

Warga Sumberarum, Moyudan, Sleman, Lukito, 35, menemukan seekor buaya alias bajul sepanjang kurang lebih satu setengah meter ketika sedang memancing di aliran Sungai Progo, Moyudan, Sleman. Buaya tersebut diduga merupakan buaya muara.

Lukito mengatakan, buaya yang secara tidak sengaja ditemukannya tersebut sudah dalam kondisi terikat pada moncongnya. Kemudian, buaya itu lari menuju sungai.

"Saya hendak mancing, tahu-tahu ada buaya lari menuju ke sungai ukurannya tidak terlalu besar, masih kecil, pas ditemukan posisi mulutnya sudah dilakban kakinya juga dilakban tapi hampir lepas, buaya tersebut saya temukan di pinggir sungai," ujar Lukito, Rabu (5/2/2020).

Kapolsek Moyudan AKP Darban mengatakan buaya tersebut ditemukan oleh seorang warga yang ingin memancing bernama Lukito, 35, di aliran Sungai Progo. Buaya tersebut terlihat di bawah jembatan Ngapak sekitar pukul 06.00 WIB.

Adapun, kronologi awal warga mengira buaya itu adalah seekor biawak. Pasalnya, selama ini di lokasi penemuan buaya itu banyak bermunculan biawak. Akan tetapi, saat dikejar dan ditangkap oleh warga, ternyata hewan tersebut merupakan seekor buaya.

"Warga yang menemukan (Lukito) sedang memancing dan saat itu melihat ada seekor buaya yang dikira biawak. Pasalnya, di Sungai Progo itu memang banyak biawak dan biasa sering diburu warga sekitar. Saat dikejar dan ditangkap, ternyata seekor buaya," jelasnya.

Darban menambahkan, berdasarkan informasi yang dimilikinya, kemunculan buaya itu merupakan yang pertama kalinya di Moyudan. Pasalnya, di Kecamatan Moyudan, menurut Darban, tidak ada tempat untuk penangkaran buaya.

"Ini (penemuan buaya) baru pertama kali ditemukan di Moyudan. Kalau biawak memang sering. Kami (polisi) akan selidiki buaya ini asalnya dari mana karena di Moyudan tidak ada penangkaran buaya," jelasnya.

Buaya yang sekarang berada di Mapolsek Moyudan tersebut rencananya akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. "Masyarakat tidak usah resah, nanti kami akan kirim buaya ke BKSDA, kami juga sedang menyelidiki asal muasal buaya tersebut, apakah dari penangkaran atau milik warga," tutupnya.