WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, JOGJA--Seorang anak menjadi korban penganiayaan lantaran dianggap pelaku kejahatan jalanan alias klithih.
Seorang pemuda, Anggara Putra alias Acil, 21 tahun, ditangkap petugas Polsek Umbulharjo setelah mengeroyok remaja bersama ketiga temannya dengan tangan kosong, pada Jumat (27/12/2019) dini hari lalu. Hingga saat ini, dua tersangka lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB korban, Niskan Fadlurrahman, 15 tahun, bersama beberapa temannya dengan empat sepeda motor mengisi bensin di SPBU Tungkak. "Mereka hendak ke rumah salah satu temannya di Kotagede," ujarnya, Rabu (5/2/2020).
Mereka berjalan ke arah Kotagede melewati Ringroad Selatan. Tepat di depan Terminal Giwangan, keempat remaja ini diteriaki oleh tiga orang yang tidak dikenal, dan dikejarlah mereka oleh ketiga orang itu. Sampai di timur SPBU Gambiran, motor yang dokendarai Niskan dan temannya, Rozi, dihentikan oleh ketiga orang itu. Sementara ketiga motor teman Niskan yang lain berhasil lolos.
Karena posisinya membonceng, Rozi yang sempat dipukuli, berhasil lari meninggalkan motor dan Niskan. Di situ, Niskan ditarik lehernya hingga terjatuh, ditarik rambutnya dan dipukuli berkali-kali. Akibatnya Niskan mengalami memar di tangan dan kepala.
Setelah dipukuli, Niskan dinaikkan motor tersangka dan diajak mencari teman-teman korban yang berhasil lolos, namun tidak ketemu. Setelah tidak berhasil menemukan teman-teman Niskan, ketiga tersangka ini pun melepas Niskan.
"Setelah itu korban bersama orang tuanya langsung melapor kejadian ini ke Polsek Umbulharjo. 30 menit kemudian kami sudah menangkap Acil di warmindo Pandeyan, Umbulharjo," ungkapnya.
Acil merupakan warga Bangungtapan, berdasarkan pemeriksaan, pada saat kejadian ia sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Kepada poloso ia berdalih ingin memburu pelaku klithih. "Tapi itu pembenarannya saja, malah dia yang menganiaya," ujarnya.
Atas tindakannya, Acil disangkakan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap kprban di bawah umur, sebagaimana Pasal 170 UU sub 351 jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 80 UU No. 35/2014 tentang perubahan atas UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman tujuh tahun enam hulan penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Polres Bantul mengintensifkan Gerakan Orang Tua Memanggil selama libur sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan kejahatan jalanan.
Menhaj Irfan Yusuf menegaskan Presiden Prabowo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU Ke-35 dan membantah isu poros Istana.
Jari warga Nanggulan membengkak akibat cincin emas yang dipakai selama 25 tahun. Damkar Kulonprogo berhasil melepas cincin tersebut.
Mensos Gus Ipul meminta seluruh jajaran Kemensos memastikan MPLS Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 berjalan lancar dan sesuai target.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp63.200 per kg, sementara telur ayam ras Rp29.150 per kg pada Jumat pagi.