Program FLPP Dikebut, Ara Yakin Penyaluran 350.000 Rumah Tercapai
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Penampakan Aktivitas Gunung Merapi dari PGM Ngepos, Srumbung, Magelang, Jumat (14/2/2020). /Ist-Dok. Pos Pengamatan Gunun Merapi di Ngepos, Srumbung, Magelang
Harianjogja.com, SLEMAN-- Gunung Merapi mengalami erupsi kemarin, Kamis (13/2/2020). Sehari setelahnya, gunung ini tampak mengeluarkan asap putih yang membubung pagi ini. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut kondisi itu bukan merupakan aktivitas erupsi Merapi.
"Asap tsb merupakan emisi asap solfatara," tulis BPPTKG dalam akun Twitter @BPPTKG pukul 07.37 WIB tadi, Jumat (14/2/2020).
Sementara itu, dalam keterangannya, BPPTKG menyebut hingga pukul 06.00 WIB tadi, ketinggian asap solfatara teramati sekitar 400 meter.
"Bukan erupsi, melainkan emisi asap solfatara biasa. Foto yg diambil dari tadi pagi sekitar pukul 5.30 terlihat asap solfatara," tulis BPPTKG.
"Pukul 06.00 ketinggian asap solfarata teramati sekitar 400 meter," jelasnya.
Dari pengamatan Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Ngepos, Srumbung, Magelang, visual Merapi tampak, suhu udara 19.8 derajat celsius, kelembaban 38 % rh, pressure 944.7 hpa.
"Angin tenang, cuaca cerah," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi mengalami erupsi pada Kamis (13/2) pukul 05.16 WIB. Tinggi kolom erupsi sekitar 2.000 meter. Tercatat dalam seismogram terekam erupsi dengan amplitudo 75 mm durasi 150 detik.
Dampak yang ditimbulkan oleh letusan Kamis pagi itu mengakibatkan hujan abu tipis di Sleman.
"Dampaknya hanya hujan abu tipis, sebarannya sampai sekitar 10 kilometer," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Kamis (13/2).
Dampak yang ditimbulkan oleh letusan Kamis pagi itu mengakibatkan hujan abu tipis di Sleman.
"Dampaknya hanya hujan abu tipis, sebarannya sampai sekitar 10 kilometer," katanya.
Dia menegaskan, material yang dilontarkan saat erupsi Kamis pagi bukan awan panas. Namun hanya gas dan abu vulkanik.
Hanik pun meminta kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir. Menurutnya letusan Merapi Kamis pagi merupakan karakter khas Gunung Merapi saat ini.
"Jadi tidak perlu dikhawatirkan karena dari data-data yang ada itu tidak ada kenaikan yang signifikan jadi masyarakat tidak usah panik. Ini adalah karakter Merapi yang sekarang ini," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Formula 1 resmi kembali ke Sepang. Malaysia akan menjadi tuan rumah GP Bahrain 2026 pada 2–4 Oktober setelah balapan dipindahkan dari Timur Tengah.
Joshua Baker ikut menjadi sorotan setelah Mitchell Baker bersinar bersama Timnas Indonesia. Simak profil, keturunan Indonesia, dan perjalanan karier adik Mitche
Nepal perketat syarat pendakian Everest: wajib pengalaman mendaki gunung di Nepal dan sertifikat medis. Simak usulan aturan baru dalam RUU Pariwisata!
China mulai produksi massal mesin litografi DUV sendiri untuk chip canggih. Ini langkah mandiri di tengah pembatasan ekspor AS dan Eropa.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.