Tabrak Lari di Solo Berujung Amuk Massa, Dua Pelaku Ditangkap
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Angin kencang dan hujan deras yang melanda DIY Jumat (14/2/2020) lalu juga berdampak buruk di Bantul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut sembilan kecamatan di wilayah ini terdampak angin kencang saat hujan lebat yang mengguyur pada Jumat (14/2/2020) sore hingga malam.
"Update hingga 15 Februari pukul 12.00 WIB, lokasi kejadian angin kencang tersebar di sembilan kecamatan sebanyak 19 desa," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Sabtu.
Sembilan kecamatan itu adalah Pleret sebanyak enam kejadian, Dlingo tiga kejadian, Kecamatan Bantul tujuh kejadian, Pundong dan Sedayu masing-masing satu kejadian, Kasihan 11 kejadian.
Kemudian wilayah Kecamatan Jetis ada 10 kejadian, Banguntapan tiga kejadian, serta Kecamatan Sewon sembilan kejadian.
"Jumlah yang terdampak ada 51 objek yang tersebar di 45 titik lokasi. 50 terdampak angin kencang dan satu terdampak kebakaran," katanya.
Objek yang terdampak kejadian tersebut meliputi seorang luka dan seorang meninggal dunia, 22 rumah, 13 akses jalan, lima jaringan listrik PLN dan dua rumah sakit, kemudian ada baliho, dua kendaraan, tiga tempat usaha dan jaringan Telkom.
Aka Luk Luk mengatakan, upaya penanganan yang sudah dilakukan adalah melakukan assesment lokasi terdampak, evakuasi pohon tumbang dan membuka akses jalan serta pemadaman lokasi kebakaran.
Selanjutnya koordinasi dengan lembaga terkait dan mengerahkan semua petugas, serta memberikan bantuan logistik kepada korban terdmpak serta kerja bakdi bersama warga setempat.
"Bagi warga kami imbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, segera hubungi petugas jika terjadi situasi darurat atau bencana," katanya.
Sementara itu, terkait dengan hujan yang terjadi pada Sabtu (15/2/2020) sore, dia menyatakan tidak ada laporan kejadian, dan situasi aman terkendali.
Sementara itu, berdasarkan infografis kebencanaan pada Pusdalops BPBD Bantul, kejadian kebencanaan di Bantul pada Januari 2020 didominasi faktor hidrometeorologi dengan total 60 kejadian.
Kejadian itu meliputi gerakan tanah 18 kejadian yang berdampak pada talud, rumah dan akses jalan, kebakaran 16 kejadian berdampak pada rumah, pohon tumbang 18 kejadian dan angin kencang yang tersebar di 278 lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Menlu RI kecam Israel usai cegat kapal kemanusiaan, 9 WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.