New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Harian Jogja/Hery Setiawan Seorang peserta CTC 2020 saat berlari di pinggir Pantai Depok, Minggu (16/2/2020)./Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 1.326 orang pelari dari 21 negara ikut serta dalam lomba lari bertajuk Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra 2020 yang digelar sejak Sabtu (15/2/2020) hingga Minggu (16/2/2020). Sama seperti gelaran tahun sebelumnya, CTC tahun ini kembali mengambil lokasi start dan finis di Pantai Depok.
Race Director CTC 2020 Rostian Gamananda mengatakan lomba lari itu punya keunikan tersendiri, yaitu variasi trek yang bisa menguji daya tahan para pelari. Kendati unik dan ramai, ajang CTC akan lebih maksimal lagi jika kualitas sarana publik juga meningkat.
CTC diinisiasi oleh sebuah komunitas Trail Runner Yogyakarta. CTC sejatinya digelar sebagai bentuk event gathering dari komunitas lari di se-Indonesia.
Berbeda dengan kompetisi trail running pada umumnya, CTC menawarkan karakteristik trek yang variatif. “Dalam CTC memang enggak ada trek menanjak hutan dan gunung, tapi bisa jadi latihan yang baik karena tipe lintasan yang berbeda-beda. Mulai dari pasir, bebatuan, dan hingga perbukitan,” ujar dia.
Perbedaan karakter lintasan tadi akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelari. Lari lintas alam, menurut Rostian, bukanlah untuk mencari siapa yang cepat, tapi menguji seberapa kuat daya tahan tubuh pelari.
Selain lintasan, CTC juga menawarkan suguhan lokal saat pelari mencapai garis finis, yakni seporsi ikan bakar dan segelas es cendol. “Kami juga mengangkat makanan tradisional. Fungsinya meningkatkan gairah pariwisata di Bantul,” kata Rostian.
Dari total jumlah peserta, 70% di antaranya berasal dari luar DIY, sedangkan 5% hingga 8% peserta justru datang dari mancanegara.
Menurut Rostian, CTC termasuk tipe extreme sport tourism yang mampu menarik kunjungan wisatawan di Bantul. Untuk itu, dia berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah agar penyelenggaraan event semakin baik. “Kualitas akan terus kami tingkatkan. Tentunya juga hal ini yang akan terus kami ajukan permohonan dukungan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.