Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi susu kental manis./youtube
Harianjogja.com, BANTUL—Kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi susu kental manis pabrikan setiap hari dinilai salah, bahkan bisa membahayakan kesehatan. Pasalnya berbeda dengan susu sapi murni, susu kental manis pabrikan memiliki kandungan yang berbeda serta komposisi gula terlampau tinggi.
Untuk memberi pemahaman kepada masyarakat soal pemenuhan gizi anak tersebut, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan PP Muslimat Nadhatul Ulama menggelar Sosialisasi Bijak Mengkonsumsi Susu Kental Manis, di Omah PMII, Banguntapan, Bantul, Kamis (20/2/2020).
Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Berty Murtiningsih, menjelaskan telah sering beredar berita tentang dampak susu kental manis untuk anak-anak, tetapi banyak pula orang tua yang belum menyadari efek buruk susu jenis tersebut. "Susu kental manis masih dianggap minuman yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak," katanya.
Menurutnya, kandungan susu kental manis jauh dari susu murni. Dalam setiap sendok susu kental manis, setidaknya terkandung 5,5 gram lemak jenuh yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Kadar gula tinggi, imbuh dia, selain dapat mempengaruhi kondisi gula darah juga menaikkan berat badan sehingga berpotensi menimbulkan obesitas.
Plh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) DIY, Diah Tjahjonowati, mengatakan selain ketidaktahuan orang tua, konsumsi susu kental manis secara rutin juga merupakan efek dari iklan di media. Itulah sebabnya, kini pemerintah telah memiliki regulasi yang cukup ketat untuk susu kental manis, khususnya dalam hal periklanan.
Contohnya, iklan susu kental manis dilarang tayang dalam program anak-anak seperti film kartun; dilarang menggunakan anak berusia di bawah enam tahun sebagai model iklan; dilarang menampilkan visual susu sapi sebenarnya; serta dilarang menampilkan visual susu yang dituang ke gelas.
Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat, mengatakan pihaknya bersama PP Muslimat Nadhatul Ulama sejak 2018 telah menggencarkan sosialisasi edukasi pemenuhan gizi anak, khususnya untuk bijak mengonsumsi SKM. "Selain untuk turut mendukung kampanye pemerintah melalui pembatasan gula garam lemak, juga sebagai tindak lanjut advokasi mengenai SKM yang menjadi polemik sejak 2018, dengan ditemukannya balita gizi buruk yang mengkonsumsi susu kental manis sejak bayi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Suzuki GSX250R-F terbaru hadir dengan mesin VVL 29,2 PS, desain agresif, panel TFT, ABS Bosch, dan harga sekitar Rp50,2 juta.
SK Hynix membahas skema bonus karyawan dengan 60% dibayar saham dan 40% tunai, seiring lonjakan bisnis chip untuk kebutuhan AI.
Roberto Carlos membantah rumor dirinya menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Maroko. Ia menegaskan sangat menghormati Islam.
Program tersebut menjadi ruang edukasi bagi pasangan suami istri, khususnya untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam kehamilan hingga program Keluarga Berenca