Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi susu kental manis./youtube
Harianjogja.com, BANTUL—Kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi susu kental manis pabrikan setiap hari dinilai salah, bahkan bisa membahayakan kesehatan. Pasalnya berbeda dengan susu sapi murni, susu kental manis pabrikan memiliki kandungan yang berbeda serta komposisi gula terlampau tinggi.
Untuk memberi pemahaman kepada masyarakat soal pemenuhan gizi anak tersebut, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan PP Muslimat Nadhatul Ulama menggelar Sosialisasi Bijak Mengkonsumsi Susu Kental Manis, di Omah PMII, Banguntapan, Bantul, Kamis (20/2/2020).
Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Berty Murtiningsih, menjelaskan telah sering beredar berita tentang dampak susu kental manis untuk anak-anak, tetapi banyak pula orang tua yang belum menyadari efek buruk susu jenis tersebut. "Susu kental manis masih dianggap minuman yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak," katanya.
Menurutnya, kandungan susu kental manis jauh dari susu murni. Dalam setiap sendok susu kental manis, setidaknya terkandung 5,5 gram lemak jenuh yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Kadar gula tinggi, imbuh dia, selain dapat mempengaruhi kondisi gula darah juga menaikkan berat badan sehingga berpotensi menimbulkan obesitas.
Plh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) DIY, Diah Tjahjonowati, mengatakan selain ketidaktahuan orang tua, konsumsi susu kental manis secara rutin juga merupakan efek dari iklan di media. Itulah sebabnya, kini pemerintah telah memiliki regulasi yang cukup ketat untuk susu kental manis, khususnya dalam hal periklanan.
Contohnya, iklan susu kental manis dilarang tayang dalam program anak-anak seperti film kartun; dilarang menggunakan anak berusia di bawah enam tahun sebagai model iklan; dilarang menampilkan visual susu sapi sebenarnya; serta dilarang menampilkan visual susu yang dituang ke gelas.
Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat, mengatakan pihaknya bersama PP Muslimat Nadhatul Ulama sejak 2018 telah menggencarkan sosialisasi edukasi pemenuhan gizi anak, khususnya untuk bijak mengonsumsi SKM. "Selain untuk turut mendukung kampanye pemerintah melalui pembatasan gula garam lemak, juga sebagai tindak lanjut advokasi mengenai SKM yang menjadi polemik sejak 2018, dengan ditemukannya balita gizi buruk yang mengkonsumsi susu kental manis sejak bayi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.