Tiga Pemuda Ngawi Ditahan dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Warga berdatangan ke Sungai Sempor. di Turi, Sleman lokasi tenggelamnya siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN--Tragedi susur Sungai Sempor menewaskan sejumlah siswa SMPN 1 Turi. Namun, di antara keluarga yang anaknya jadi korban memilih tak ingin menempuh jalur hukum.
Keluarga korban laka susur Sungai Sempor Pramuka Gugus Depan (Gudep) 15045 & 15046 SMP N 1 Turi, Sleman menyatakan tak akan menempuh jalur hukum dalam menyikapi kejadian yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa beberapa pesertanya itu.
Agus Riyanto misalnya, ia mengatakan, pihak keluarga sudah menerima kejadian yang menimpa keponakannya, Faneza Dida, sebagai sebuah musibah. Walau begitu, di sisi lain, mereka juga menyayangkan kegiatan susur sungai tetap dilakukan, di tengah cuaca ekstrem dan hujan.
Namun, lanjut dia, apa pun itu, kejadian ini merupakan kehendak Allah, dan pihaknya tidak ingin berspekulasi. Hanya saja ia ingin, jika di kemudian hari ada kegiatan serupa, perlu diawali mitigasi dulu.
"Harus ada perencanaan yang matang, kalau ada susur sungai ya pas musim kemarau. Kami tidak akan tuntut sekolah, itu biar diserahkan ke pihak berwajib, keluarga sudah mengikhlaskan," ungkapnya di halaman SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).
Sementara itu, ayahanda Zahra Amanda, yaitu Prasetyo Budi, mengaku belum bisa menyampaikan banyak hal perihal kejadian tersebut.
"Jangankan hukum, buat pemerintah saja saya tidak tahu, saya masih menunggu kabar anak saya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Alfamidi menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur untuk 875 anak di 26 kabupaten/kota sebagai dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
FIFA menyiapkan dana kompensasi Rp6,38 triliun bagi klub yang melepas pemain ke Piala Dunia 2026. Klub bisa memperoleh miliaran rupiah untuk setiap pemain.
PT Epson Indonesia mendorong implementasi Smart Classroom di sekolah-sekolah Yogyakarta melalui integrasi AI dan teknologi interaktif.
Wamendikdasmen Fajar Riza melakukan groundbreaking TK Aisyiyah Pembina Unit 2 di Bantul sebagai komitmen pemerataan akses pendidikan.