Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Salah satu tim lomba yel-yel dalam rangkaian HSPN Kota Jogja, di Balaikota Jogja, Kamis (27/2/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Memperingati Hari Peduli sampah Nasional (HSPN) 2020 yang jatuh pada Jumat (21/2/2020) lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengajak generasi muda untuk peduli pada sampahnya dengan Lomba Yel-Yel dan Mewarnai bagi siswa TK dan SD se-Kota Jogja, di Kompleks Balaikota, Kamis (27/2/2020).
Kasi Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Kristiana Endang Setyawati, menjelaskan lomba ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HSPN Kota Jogja yang mengangkat tema Gerakan Pilah Sampah Dari RUmah, yang puncaknya akan digeelar di Car Free Day pada Minggu (8/3/2020) mendatang di Jalan Margo Utomo.
“Lomba yel-yel kami pilih lima tim yang nanti finalnya akan dilaksanakan di puncak acara besok untu turut memeriahkan peringatan HSPN 2020. Selain final lomba, di sana juga aka nada coaching clinic pengolahan limbah dari penggiat lingkugan, fasilitator kelurahan dan bank sampah,” ujarnya.
Lomba mewarnai diikuti sebanyak 185 peserta siswa TK dan lomba yel-yel diikuti 26 tim siswa SD, dengan setiap tim terdiri dari sekitar 20 siswa. Dalam lomba yel-yel, semua peserta mengenakan kostum dengan unsur daur ulang sampah seperti botol bekas, kantong plastic bekas dan lainnya.
Ia mengungkapkan sebenarnya tidak ada ketentuan khusus dalam lomba yang mengharuskan peserta mengenakan kostum daur ulang. “Melihat temanya seperti itu, berarti para peserta sudah memiliki kepedulian, untuk tampil dengan hasil pengelolaan sampah. Itu jadi nilai plus,” katanya.
Dengan lomba ini pihaknya menyasar masyarakat mulai dari usia dini dengan tujuan memotivasi masyarakat untuk peduli pada lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, semua orang memproduksi sampah baik anak-anak maupun orang dewasa. Maka anak-anak perlu juga dilibatkan dalam kampanye peduli sampah.
Peduli sampah, kata dia, bisa diwujudkan dengan tindakan pilah sampah dari sumbernya. Jika di rumah maka pilah sampah dari rumah. Jika di sekolah maka pilah sampah dari sekolah. “Dari manapun sumbernya kami ajak masyarakat memilah sampah supaya ada kemanfaatan dari sampah itu,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, mengatakan masyarakat perlu mulai mengubah paradigma dari yang sebelumnya membuang sampah menjadi mengelola sampah. Sebab kata dia, dengan membuang sampah begitu saja, bukannya menyelesaikan masalah tapi justru menimbulkan masalah di masa depan.
“Musuh kita di masa depan yang ada di sekitar kita adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Dari situ kita harus mampu mengatasi persoalan ini, kalau tidak kita akan dihadapkan pada problem lebih besar. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah, tapi mengolah sampah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.